7 Profesi Ini Mulai Hilang Seiring Modernisasi Jakarta

Jika diingat kembali, profesi ini tampak unik tetapi sesungguhnya membawa manfaat bagi penduduk di Jakarta saat itu.

7 Profesi Ini Mulai Hilang Seiring Modernisasi Jakarta
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Ilustrasi kawasan Monas 

POSBELITUNG.CO - Pembangunan di Jakarta yang bertumbuh pesat, seiring dengan modernisasi global membuat beberapa hal hilang. Di antaranya adalah profesi yang dahulu untuk mencari nafkah di Jakarta.

Jika diingat kembali, profesi ini tampak unik tetapi sesungguhnya membawa manfaat bagi penduduk di Jakarta saat itu.

Inilah berbagai profesi yang hilang di Jakarta, siapa tahu kamu mengingatnya kembali:

1. Tukang hirkop

Hirkop diambil dari bahasa Belanda Huurkoop yang berarti sewa beli, tetapi lazimnya diartikan kredit.

Jadi para tukang hirkop ini membawa berbagai barang kebutuhan masuk ke pelosok Jakarta.

Pembeli dapat membayarnya secara berkala, perhari, per minggu, per bulan sesuai perjanjian.

Uniknya rata rata tukang hirkop di Jakarta adalah orang Sunda, tepatnya dari Tasikmalaya.

Orang Sunda juga terkenal sebagai tukang cita, atau penjual pakaiaan dan bahan pakaian kredit di Jakarta.

Hilangnya tukang hirkop dan tukang cita lantaran barang kebutuhan sudah mudah didapat, juga perkampungan di Jakarta sudah digantikan dengan gedung-gedung pencakar langit.

Halaman
1234
Editor: tidakada011
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved