Berita Belitung

Peringati Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Ini Jadi Sorotan Bupati Belitung

Salah satu yang menjadi sorotan Bupati Belitung H Sahani Saleh pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia dan Hari Lingkungan Nasional ke 26

Peringati Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Ini Jadi Sorotan Bupati Belitung
Pos Belitung/Disa Aryandi
Upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia dan Hari Lingkungan Nasional ke 26, minggu (24/6) di Halaman Bupati Belitung. 

POSBELITUNG.CO - Salah satu yang menjadi sorotan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia dan Hari Lingkungan Nasional ke 26, minggu (24/6/2019) terkait persoalan tambang. Terutama dibagian wilayah daratan Negeri Laskar Pelangi, lantaran effect pertambangan itu berdampak langsung kepada masyarakat.

Tambang tersebut bukan hanya timah saja, namun tambang kaolin, tambang. pasir kuarsa, dan pasir bangunan. Apabila tambang tersebut dikelola dengan baik atau profesional, maka dampak dari tambang tersebut tidak akan dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

"Kalau sekarang dampak lingkunga nya, dibagian darat ini sudah terasa, dan itu bisa dilihat sendiri. Lihat sendiri saja, buaya sudah memangsa manusia, dan di Belitung ini sudah banyak kejadiannya. Ini yang kami sayangkan, kurangnya kesadaran dari penambang," kata Sanem kepada Posbelitung.co, Senin (24/6/2019) usai melakukan upacara.

Aktivitas tambang ini bukan hanya memberikan dampak kepada satu atau dua orang saja, namun orang banyak. Ia mencontohkan, munculnya aktivitas tambang di seputaran kolong PDAM di Air Serkuk, Tanjungpandan beberapa waktu lalu dinilai sangat merugikan orang banyak.

"Orang yang menggunakan Air PDAM jadi tidak mendapatkan air yang bersih akibat pertambangan itu. Kami ingin nya tidak ada lagi istilah harus mengerahkan Satpol PP untuk membangun kesadaran penambang ini, kalau kesadaran masyarakat sudah tinggi semua," ucapnya.

Kedepan, kata dia, penataan lingkungan ini tentu harus lebih dilakukan secara profesional. Sehingga kerusakan lingkungan di Kabupaten Belitung tidak semakin para dari sebelumnya. Maka dari itu, pemerintah kini sudah mencanangkan sampai tahun 2022 tidak ada lagi bahan baku mineral tambang beserta ikutan nya keluar dari Pulau Belitung.

"Kami batasi seperti itu caranya, karena kalau tidak dibatasi seperti itu, lama ke lamaan bisa tenggelam pulau ini. Mereka menambang yang sudah-sudah kalau urusan reklamai ini tidak ada, apalagi yang ilegal. Nah itulah yang merusak lingkungan, sedangkan kami sendiri sudah berupaya, dan bukan tidak bisa memanfaatkan (lahan eks tambang)," bebernya.

(Pos Belitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved