Ganda Putra Jadi Kartu As Indonesia di Turnamen BWF Super 1000 Indonesia Open 2019

Pebulu tangkis Indonesia terakhir kali berlaga di Australia Open pada 4-9 Juni 2019 di Quaycenter, Sydney, Australia.

Ganda Putra Jadi Kartu As Indonesia di Turnamen BWF Super 1000 Indonesia Open 2019
Doc. PBSI
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo saat melawan pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge di babak penyisihan grup Piala Sudirman 2019, Minggu (19/5/2019). 

POSBELITUNG.CO - Turnamen BWF Super 1000 Indonesia Open 2019 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, 16-21 Juli mendatang. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Susy Susanti mengatakan para pebulu tangkis memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri jelang Indonesia Open 2019.

"Kami memiliki waktu sebulan untuk mempersiapkan diri. Hal tersebut bagus sehingga ada waktu menambah latihan dalam segala aspek, mulai dari fisik, teknik, latihan, dan strategi," kata Susy Susanti dikutip Kompas.com dari Bolasport.com.

Pebulu tangkis Indonesia terakhir kali berlaga di Australia Open pada 4-9 Juni 2019 di Quaycenter, Sydney, Australia. Susy Susanti juga mengakui bahwa persiapan yang dilakukan selama satu bulan tersebut sangat membantu untuk meningkatkan performa atlet.

"Biasanya jeda latihan menuju turnamen waktunya mepet. Performa atlet tidak selalu di atas, habis pertandinga ada periode ke bawah dulu, sambil ada refreshing, tambah stroke, sebetulnya sangat membantu sekali," ucap Susy Susanti.

Susy Susanti berharap pebulu tangkis Indonesia mampu mempertahankan gelar juara dan tampil maksimal. Peraih medali emas Olimpiade Barcelona tersebut mengatakan bahwa ganda putra menjadi kartu As Indonesia dan memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara.

"Ganda putra tahun lalu juara. Usaha mempertahankan gelar cukup penting. Selain karena poin, kami juga tuan rumah, siapa pun, karena kekuatan kami cukup solid pada nomor ganda putra," ujar Susy Susanti.

Susy Susanti tidak menampik jika peluang terbesar ada pada nomor ganda putra yang sering medapatkan gelar juara di beberapa turnamen. "Ganda putra bisa jadi kartu As kami. Dalam beberapa turamen, gelar didapat ganda putra dan peluang terbesar ada pada sektor ini," tutur Susy Susanti.

Selain itu, Susy Susanti juga berharap kepada nomor lainnya khususnya tunggal putra. Meski ada perkembangan yang bagus dari nomor tunggal putra, Susy Susanti tetap berharap tunggal putra bisa lebih konsisten dan lebih percaya diri.

"Kematangan seorang atlet dilihat dari pede, keyakinan, dan pembelajaran dari suatu pertandingan. Hal ini bisa menjadi masukan untuk membuat dia lebih siap lagi menghadapi lawan yang levelnya di atas," kata Susy Susanti.

Lebih lanjut, Susy Susanti mengatakan bahwa tunggal putra punya peluang dan menjadi ajang pembuktian bagi atlet muda. Susy Susantai juga berharap Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting semakin matang dan tampil konsisten hingga Olimpiade Tokyo 2020.

Pengundian Indonesia Open 2019 rencananya akan berlangsung pada Selasa (25/6/2019). Tahun 2018, Indonesia meraih dua gelar juara Indonesia Open melalui Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra) dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganda Putra Jadi Andalan di Indonesia Open 2019 ", https://bola.kompas.com/read/2019/06/25/08420048/ganda-putra-jadi-andalan-di-indonesia-open-2019-.

Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved