Efek Gula Sederhana dan Gula Kompleks pada Tubuh, Apa Bedanya?

Ketika Anda mendengar kata gula, apa yang ada di benak pikiran Anda? Gula pasir? Ya, itu adalah salah satu jenis gula dalam bentuk sederhana.

Efek Gula Sederhana dan Gula Kompleks pada Tubuh, Apa Bedanya?
Tribun Jogja - Tribunnews.com
ilustrasi 

POSBELITUNG.CO-- Dalam kebutuhan sehari-hari gula sangat diperlukan apalagi bagi para ibu rumah tangga. Mulai dari membuat kopi dipagi hari untuk suami hingga untuk kebutuhan masak. 

Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. 

Secara umum, terdapat dua jenis gula yang bisa Anda temukan, yakni gula sederhana dan gula kompleks. Sudah tahu apa saja perbedaan dari keduanya? Simak ulasan di bawah ini.

Gula sederhana Gula sederhana sering disebut juga dengan karbohidrat sederhana. Semua karbohidrat sederhana hanya terdiri dari satu (monosakarida) atau dua molekul gula (disakarida).

Karena bentuknya yang sederhana, gula jenis ini sangat cepat dicerna. Saat gula sederhana ini masuk ke aliran darah, gula ini akan meningkatkan kadar gula darah secara signifikan dengan cepat.

Lonjakan gula darah yang tinggi di dalam tubuh perlu diseimbangkan dengan produksi hormon insulin di dalam tubuh.

Ketika lonjakan gulanya besar, maka tubuh memerlukan hormon insulin dalam jumlah besar juga untuk menyeimbangkan kondisi gula dalam darah.

Pada orang yang sehat, kemampuan metabolisme gula di dalam tubuh bisa teratasi dengan baik. Meski begitu, jika terlalu sering mengonsumsi gula tetap bisa meningkatkan risiko untuk mengalami resistensi insulin.

Namun, bagi para diabetesi, hal ini cukup membahayakan. Pasalnya, penderita diabetes melitus memiliki kondisi hormon insulin yang terganggu, atau ada juga yang tidak memproduksi insulin.

Bagaimana mau mengatur kondisi gula darah saat terjadi peningkatan gula setelah makan yang terlampau tinggi ini? Oleh karena itu, para diabetesi sangat wajib mengatur makanannya yang masuk agar tidak menimbulkan hiperglikemia.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved