Ajarkan Pancasila dan Lagu Indonesia Raya, Inilah Kisah Guru di Pedalaman Papua

Diana Cristian Da Costa Ati (23), seorang guru di pedalaman Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, mengaku prihatin dengan anak-anak usia sekolah

Ajarkan Pancasila dan Lagu Indonesia Raya, Inilah Kisah Guru di Pedalaman Papua
BARRY KUSUMA
Ilustrasi: Festival Lembah Baliem di Kabupaten Wamena, Papua, berlangsung 6-8 Agustus 2015. 

POSBELITUNG.CO - Diana Cristian Da Costa Ati (23), seorang guru di pedalaman Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, mengaku prihatin dengan anak-anak usia sekolah yang kurang mendapatkan perhatian di bidang pendidikan dasar.

Ia mengajarkan lagu Indonesia Raya dan Pancasila pada murid-muridnya. "Dulunya, sekitar November 2018, anak-anak SD Inpres Kaibusene, Distrik Haju, Kabupaten Mappi sama sekali tidak bisa menyebutkan identitas negara Indonesia.

Mereka menyebutkan warna bendera Indonesia adalah Bintang Kejora," katanya dalam rilis yang diterima Antara di Kota Jayapura, Papua, Kamis (27/6/2019).

Lagu Indonesia Raya pun, kata dia, tak bisa dinyanyikan oleh murid kelas 6, paling fatal lagi Pancasila tidak bisa dihafalkan sama sekali.

"Saya menangis pertama kalinya mau dibawa kemana nasib anak-anak ini? Mau salahkan siapa? Kondisi sekolah yang terbatas dengan segala fasilitasnya.

Ruangan kelas cuma tiga, sehingga anak-anak yang belajar harus bercampur," katanya.

"Atau karena kurangnya tenaga pendidik? Atau karena malasnya pendidik turun tinggal di daerah sejuta rawa dan ikan betik itu? Yang pasti bukan salah anak didik saya.

Hal kecil tapi sangat miris ketika di dengar," sambungnya. Namun, hal itu ungkap dia, telah berbeda setelah anak-anak di SD Inpres Kaibusane mendapatkan perhatian soal pendidikan.

Sebagai seorang guru, Diana mengaku bersama rekan-rekannya menyiapkan perpustakan mini dengan jumlah buku sebanyak 500 buku untuk dibaca setiap pukul 16.00 WIT.

"Beda dengan sekarang semenjak Februari 2019, anak-anak didik saya mengalami banyak perubahan. Mereka punya mimpi yang sangat besar," kata alumnus Universitas Nusa Cendana itu.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved