Peringati HJKT, BKI Belitung Gelar Acara Belitung Expo

Komunitas Bonsai Kelapa Indonesia (BKI) Belitung, mengadakan pameran di acara Belitung Expo, dalam rangka memperingati Hari Jadi

Peringati HJKT, BKI Belitung Gelar Acara Belitung Expo
Pos Belitung/Yuranda
Wakil Ketua Komunitas BKI Belitung, Ferdi Alarich, di Pantai Wisata Tanjung Pandam, Tanjungpandan Belitung, Selasa (2/7/2019) 

Peringati HJKT, BKI Belitung Gelar Acara Belitung Expo

POSBELITNG.CO, BELITUNG - Komunitas Bonsai Kelapa Indonesia (BKI) Belitung, mengadakan pameran di acara Belitung Expo, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke 181 tahun, komuntas BKI Belitung yang beranggotakan kurang lebih 33 orang anggota.

Wakil Ketua Komunitas BKI Belitung, Ferdi Alarich, mengatakan komunitas ini terbentuk kurang lebih satu tahun yang lalu, dengan jumlah anggota kurang lebih 33 orang, karena hobi koleksi bonsai kelapa, dan juga bila ada yang minat bisa dijual.

"Untuk perawatannya sendiri, tidak terlalu susah juga. Cuma penyiraman harus rutin, penyayatan atau pemotongan dahannya harus diperhatikan, dan dipupuk. Kalau main bonggol bisa cari dulu bahan kelapanya, cari yang sudah tumbuh dan bonggolnya agak besar, baru di pindahkan di pot, tapi itu pun ada resikonya, ada juga yang hidup dan ada juga yang mati," kata Ferdi Alarich, kepada Posbelitung.co, Selasa (2/7/2019)

"Untuk yang lebih praktis, harus cari buah kelapa yang tunasnya belum besar, kupas dulu kulitnya, baru tanam di pot, baru dibiarkan satu sampai dua bulan tunasnya, sehingga tunasnya sudah bertambah tumbuh, dan mulailah penyayatan atau potong dahan kelapanya, sehingga bisa di modifikasi mau main bonggol dan akarnya," lanjutnya.

Dijelaskan Ferdi, jenis bonsai kelapa yang paling di minati dan mahal untuk dijual, katanya, kalau bonsai kelapa ini sama saja, tergantung hasilnya bonsai kelapa tersebut,sehingga berefek ke mahal bonsai kelapa itu sendiri, misalnya dilihat dari seni, umur, dan untuk jenis kelapanya sama saja.

"Kalau umurnya sudah lama batangnya sudah tinggi dan daunnya sudah pecah semua, itu sudah pasti harganya sudah tinggi dan mahal. Waktu untuk membuat bonsai kelapa ini terlihat indah butuh waktu sekitar dua tahun, dan untuk waktu dua tahun itu daunnya sudah pecah sempurna. Kalau daunnya belum pecah sempurna itu, belum terlihat," katanya.

Menurutnya, tidak ada tips-tips khusus untuk hal ini, cuma tergantung dengan perawatan, makin cepat penyayataan atau potong dahan atau pelpah kelapa, makin cepat jadi bonsai kelapa itu, kalau untuk perawatanya harus sering di siram, tanahnya jangan sampai kering, dikasih pupuk.

Perbedaan bonsai kelapa dengan bonsai batang, kalau bonsai batang akarnya yang di potong dan sifatnya menjadi kerdil, kalau di bonsai kelapa bukan akar yang membuat kerdilnya tetapi serat dahan kelapanya itu sendiri, itu perbedaannya.

Kalau istilah kreatif tanpa batas ini, dalam komunitas KBI, katanya itu memang slogan dari Komunitas Bonsai Indoesia (KBI) dalam bonsai kelapa, itu istilah silakan untuk berkreatifitas sesuai seni dan imajenasi masing-masing dan terbatas untuk berkarya.

"Seperti contoh bonsai kelapa yang ditanam di atas karang dan ada juga yang lainya, intinya kreatif tanpa batas ini silakan di modifikasi sesuai selerah masing-masing. Ada juga seni yang lain, seperti akanya di keluarin, dan tidak mesti akarnya harus di dalam tanah, dan akarnya menjutai kebawah, hebatnya bonsai kelapa ini tidak kaku. Sedangkan kalau salam satu tunas artinya satu tunas seluruh indonesia, karena kelapa ini awalnya dari tunas," katanya.

(Posbelitung.co/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved