Berita Belitung

Audiensi dengan Wagub Babel, Masyarakat Minta Tiga Hal Sebelum Perpanjangan HGU Perkebunan Sawit

Perpanjangan lahan HGU untuk perkebunan kelapa sawit sebelumnya juga sudah pernah digelar audiensi beberapa kali namun belum menemukan titik temu

Audiensi dengan Wagub Babel, Masyarakat Minta Tiga Hal Sebelum Perpanjangan HGU Perkebunan Sawit
Pos Belitung/Suharli
Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah. Jumat (5/7/2019) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung mengelar audiensi Wakil Gebubenur Provinsi Bangka Belitung dengan masyarakat dan pimpinan/Direksi PT Steelindo Wahana Perkasa (SWP) dan PT Parit Sembada terkait perpanjangan HGU, bertempat di hotel Oasis, Manggar, Belitung Timur. Jumat (5/7/2019).

Perpanjangan lahan HGU untuk perkebunan kelapa sawit sebelumnya juga sudah pernah digelar audiensi beberapa kali namun belum menemukan titik temu antara Pemerintah Desa terdampak dengan pihak PT, sementara lahan HGU akan berakhir pada tahun 2020 akan datang.

Audiensi ini dihadiri Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, Wakil Bupati Beltim, Burhanudin (Aan), kepala BPN Belitung Timur Dias, dan para Kades desa bersinggungan langsung dengan HGU.

Menurut Fatah audiensi ditujukan pada solusi bagi kedua belah pihak. Sebab selama ini, persoalan rencana perpanjangan HGU PT masih terganjal rekomendasi Desa-Desa yang berada di dekat HGU perusahaan.

Fatah menuturkan yang diharapkan dari audensi ini adalah kedua belah pihak dapat memiliki kesepakatan sesuai dengan koridor hukum yang sudah ditetapkan.

"Tadi saya sudah katakan, diawali dari konstitusi negara yang kemudian ada pelaksanaannya dalam peraturan sampai keputusan menteri," ujar Fatah kepada posbelitung usai audiensi.

 "Berkaitan dengan sudah akan berakhirnya masa izin maka (perusahaan) akan meminta rekomendasi lagi kepada pemerintah untuk perpanjangan. Untuk perpanjangan kami ingin dengar masyarakat menginginkan apa," imbuh Fatah.

Dari hasil audiensi tersebut Fatah menuturkan masyarakat menghendaki tiga hal sebelum rekomendasi mereka berikan, yakni pengukuran ulang luas HGU perusahaan, plasma seluas 20 persen dari dalam HGU bukan dari luar HGU dan tanggungjawab perusahaan (CSR) kepada masyarakat.

"Apa yang sudah ditangkap (aspirasi masyarakat) hari ini, dikomunikasikan dengan perusahaan. Ini tidak basi, dan segera disampaikan ke mereka (perusahaan). Kalau tidak selesai akan kita angkat ke Kementerian, Menteri Pertanian dan Menteri ATR/BPN," beber Fatah.

(Pos Belitung/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved