Wiki Bangka

Catatan Sentrijanto Vice President Regional News KG Media, Cumasi Versus Musang King

SEPEKAN setelah hadir di acara penganugerahan penghargaan kepada 9 Inspirator Pariwisata, saya seperti ingin terlibat langsung untuk ikut membangun ik

Catatan Sentrijanto Vice President Regional News KG Media, Cumasi Versus Musang King
Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto
MR CHIA - Kolega di Malaysia yang mengantar berburu durian musang King. 

POSBELITUNG.CO-- SEPEKAN setelah hadir di acara penganugerahan penghargaan kepada 9 Inspirator Pariwisata, saya seperti ingin terlibat langsung untuk ikut membangun iklim pariwsiata di Bangka Belitung.

Sebagaimana kawan-kawan di Bangka Pos yang membuka mata publik tentang inspirasi yang diberikan oleh mereka-mereka yang memiliki dedikasi di bidangnya, maka saya ingin sedikit mengusik warga Bangka Beitung dengan hal sederhana.

Penjual menunjukkan durian kepada calon pembeli.
Penjual menunjukkan durian kepada calon pembeli. (Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto)

Kita semua tahu, Bangka Belitung, utamanya Bangka memiliki sesuatu yang istimewa untuk dibanggakan. Saya ini penggila durian, dan Bangka dikenal sebagai penghasil durian yang dikenal sangat istimewa. Apalagi varian durian Cumasi yang melegenda.

//

Tentu menjadi sesuatu yang biasa ketika saya bercerita dan mengulas tentang durian Cumasi yang sudah kesohor tersebut. Saya sengaja ingin membandingkan Cumasi ini dengan durian khas negeri tetangga, yaitu Musang King yang juga melegenda di negeri jiran Malaysia.

Ditemani Wilson sebagai tour leader, saya bersama Mr Chia, kolega saya di Malaysia sengaja berburu durian di Malaysia. Kebetulan, Juni dan Juli tengah musim durian di Malaysia.

Wilson, driver warga Malaysia keturunan India yang ikut menikmati durian musang King
RAMAH Wilson, driver warga Malaysia keturunan India yang ikut menikmati durian musang King (Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto)
//

Banyak varian durian di Malaysia, namun yang melegenda adalah Musang King. Durian ini memiliki karakter berwarna kuning keemasan, tidak lembek dan memiliki rasa komplet, manis dan pahitnya komplet.

Ketika diskripsi itu saya sampaikan, tentu persepsinya akan mengarah ke durian Cumasi yang ada di Bangka. Tidak sepenuhnya salah, karena memang keduanya sama-sama durian spesial, termasuk harganya tentunya.

SEGAR - Musang king setelah dibelah bentuknya dan warnanya memikat untuk segera dinikma
SEGAR - Musang king setelah dibelah bentuknya dan warnanya memikat untuk segera dinikma (Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto)

Untuk Cumasi nanti biarkan kawan-kawan Bangka Pos yang mempromosikan varian ini, saya sengaja menulis varian ini agar Cumasi juga bisa semoncer rivalnya di Malaysia, yaitu Musang King.

Tiga hari di Malaysia, nyaris setiap hari saya menyempatkan untuk makan durian setiap harinya di tiga tempat berbeda.

Sentrijanto, vice president regional News KG Media memilih durian Musang King di sebuah lapak durian di Malaysia
Sentrijanto, vice president regional News KG Media memilih durian Musang King di sebuah lapak durian di Malaysia (Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto)

Durian ini dibanderol mahal, yaitu antara 46-48 Ringgit Malaysia setiap kilogramnya. Dengan kurs Rp 3.500 untuk RM 1, dan setiap buah durian memiliki berat 2-3 kilo, maka satu buah durian Musang King bisa diperoleh di kisaran Rp 490 ribu untuk satu durian utuh.

Begitu mendarat di Malaysia, saya, Mr Chia dan Wilson langsung menuju ke lapak durian. Sama dengan di Bangka, durian banyak dijual di pinggir jalan. Namun yang bikin saya terkesan adalah, durian pertama yang kami buka saat itu adalah durian paling mantap dari durian-durian berikutnya selama tiga hari kami di Malaysia.

SEGAR - Musang king setelah dibelah bentuknya dan warnanya memikat untuk segera dinikma
SEGAR - Musang king setelah dibelah bentuknya dan warnanya memikat untuk segera dinikma (Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto)

"Saya yakin, durian berikutnya tidak sekuat ini. Yang kita belah pertama adalah durian paling mantap," kata Mr Chia kala itu. Dan benar, durian pertama yang kami belah rasanya memang super spesial.

Dua hari berikutnya, kami sengaja tidak kembali ke lapak pertama yang memiliki durian Musang King kelas wahid. Kami sengaja mampir ke lapak-lapak lain dan mencoba varian lainnya seperti Udang Merah, Tekka, Tai Yun, ataupun Bulu Bambu dan Kim Fong yang tidak kalah unik rasanya.

Makan durian memang menjadi agenda utama tiga hari di Malaysia, namun banyak oleh-oleh yang bisa kami bawa pulang ke Indonesia. Sebut saja melihat kawasan Putrajaya yang merupakan kompleks pusat pemerintahan. Saya sengaja melihat kawasan tersebut lantaran munculnya wacana pemindahan ibukota Jakarta ke luar Jawa.

SEGAR - Musang king setelah dibelah bentuknya dan warnanya memikat untuk segera dinikma
SEGAR - Musang king setelah dibelah bentuknya dan warnanya memikat untuk segera dinikma (Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto)

Dengan berkeliling di kawasan Putrajaya, saya bisa memiliki gambaran bagaimana gambaran ibukota kita nantinya jika memang wacana pemindahan jadi kenyataan.

Wisata belanja di kawasan Bukit Bintang dan Genteng Highland, Menara Petronas juga tak lupa kami singgahi. Dan satu yang tetap saja spesial adalah, membungkus durian untuk dibawa pulang dan bisa lolos naik pesawat menjadi pengalaman mengasyikkan.

Penjual durian di Malaysia ada yang memiliki trik dengan membungkus durian dengan wadah plastik, kemudian dimasukkan ke kantong plastik tebal kemudian divacum dan press dua lapis. Sebelum siap dibawa, durian tersebut dimasukkan ke dalam freezer sebelum siap dibawa ke Indonesia.

VACUM - Setelah dimasukkan ke tempat khusus, durian ini masih harus dimasukkan ke plastik kemudian divakum agar aromanya tak menyebar saat di pesawat.
VACUM - Setelah dimasukkan ke tempat khusus, durian ini masih harus dimasukkan ke plastik kemudian divakum agar aromanya tak menyebar saat di pesawat. (Bangkapos.com/Ibnu Taufik Juwariyanto)

Trik inilah yang perlu dipelajari oleh durian Bangka agar nantinya, kemonceran durian Bangka bisa ikut mendongkrak pembangunan iklim pariwisata di Bangka Belitung. (Bangkapos.com/ Sentrijanto)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Catatan Sentrijanto Vice President Regional News KG Media, Cumasi Versus Musang King

Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved