Wiki Belitung

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Desa Wisata Kreatif Terong Kemas Paket Wisata

Melancong di Belitung selalu khas dengan destinasi pantai dan pulau yang turut berkembang dari boomingnya novel dan film karya Andrea Hirata.

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Desa Wisata Kreatif Terong Kemas Paket Wisata
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Melukis caping atau terindak dalam Bahasa Belitung menjadi aktivitas yang dilakukan pada paket wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Kreatif Terong, Kecamatan Sijuk. 

POSBELITUNG.CO-- Melancong di Belitung selalu khas dengan destinasi pantai dan pulau yang turut berkembang dari boomingnya novel dan film karya Andrea Hirata yakni Laskar Pelangi. Namun di era pariwisata yang terus berkembang, warga Desa Terong memikirkan alternatif wisata lain yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.

Dijelaskan PIC Desa Wisata Kreatif Terong Iswandi, munculnya Desa Wisata Kreatif Terong ini berawal dari cara menyikapi alam yang diciptakan Tuhan ini agar dapat disyukuri bersama. Juga saat Belitung ditetapkan sebagai satu di antara 10 Bali Baru, tentu pihaknya ingin ikut andil dan tidak mau hanya jadi penonton.

"Jadi dari perjalanan yang kami mulai pada 2013 mulai menggali potensi itu dan alhamdulilah Desa Terong termasuk desa yang wisatanya paling komplit," ungkap Iswandi kepada posbelitung.co, Jumat (5/7/2019).

Keindahan alam ditunjukkan melalui wisata perbukitan yakni Bukit Tembalu. Ada pula kawasan agrowisata, wisata mangrove dan pantai yang masih alami. Semua kegiatan wisata ini berkumpul pada meeting point di kawasan Aik Rusa' Berehun yang merupakan wisata buatan dari bekas kawasan tambang timah dikelola dan direklamasi sehingga menjadi salah satu destinasi wisata juga. Jadi total potensi yang selama ini dijual ada empat destinasi.

Ketika berbicara paket wisata edukasi, yang ditawarkan pada wisatawan berhubungan erat dengan keseharian masyarakat. Iswandi pun menyadari aktivitas yang awalnya dikira biasa, justru menjadi hal spesial ketika dikemas menjadi paket wisata

Ia menyontohkan, ada paket wisata ngeremis atau mencari keremis, sejenis kerang kecil yang bisa ditemukan di pinggir pantai. Mungkin bagi warga lokal, mencari keremis itu hal biasa. Tapi ketika dikemas sebagai kegiatan wisata, ternyata menjadi daya tarik luar biasa.

Hal lainnya seperti kerajinan anyam lais di Desa Terong sudah ada puluhan tahun. Segala proses mulai dari mencari daun lais, merendam, menjemur hingga menganyam sudah menjadi keseharian masyarakat. Lagi-lagi ketika dikemas sebagai aktivitas wisata, orang yang menganyam bahkan bisa mendapatkan uang sebelum anyamannya menjadi produk topi, tikar, atau tas.

Makanya dari sisi itu, Kementerian Pariwisata pada 2016 menyematkan kata 'kreatif', karena dilihat warga desa yang memiliki inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan paket wisata. Makanya desa tersebut dinamakan Desa Wisata Kreatif Terong.

Ibarat peribahasa tak ada gading yang tak retak. Usaha pengembangan desa menjadi desa wisata kreatif pun tak selamanya mulus. Ada perjuangan dan kesulitan yang dialami.

Kata Iswandi, kesulitan pengembangan desa wisata pasti ada tergantung tingkat kesulitan dan bagaimana menyikapi serta mencari solusi. Selama hampir dua tahun lebih terus dikembangkan, yang terpenting yakni mengubah mindset masyarakat, yang dulunya ilegal logging dan menambang timah harus dipariwisatakan. Itulah yang menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Makanya, berbicara keterlibatan, Iswandi mengatakan bahwa ia dan komunitas yang turut mengembangkan Desa Wisata Kreatif Terong bukan malaikat, mereka juga manusia jadi semuanya butuh proses.

Kalau berbicara persentase memang belum sampai 50 persen. Jadi masyarakat yang ada di Desa Terong ini ada sekitar 2600, sementara yang terlibat dalam komunitas baru sekitar 100, artinya persentasenya masih sangat kecil.

"Tapi dari jumlah yang kecil ini, ibarat virus, semoga bisa menyebarkan hal baik ini ke masyarakat. Karena pro-kontra dan ketidaknyamanan di masyarakat luar biasa sikap yang harus kami hadapi. Tapi kami tidak mundur karena kami harus tampil beda dan menjadi pembeda," katanya.(posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Cap: Melukis caping atau terindak dalam Bahasa Belitung menjadi aktivitas yang dilakukan pada paket wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Kreatif Terong, Kecamatan Sijuk. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved