Berita Belitung

Pemerintahan Kabupaten Belitung, Menargetkan PAD Belitung Rp 200 Milyar

Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, akan menargetkan pendapatan asli daerah sebesar 200 miliyar pada tahun 2019.

Pemerintahan Kabupaten Belitung, Menargetkan PAD Belitung Rp 200 Milyar
Posbelitung.co/Yuranda
Bupati Belitung Sahani Saleh 

POSBELITUNG.CO-- Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, akan menargetkan pendapatan asli daerah sebesar 200 miliyar pada tahun 2019.

Hal ini disampaikannya, dalam Rapat Paripurna ke XX Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Belitung, Tahun Sidang 2018-2019 karena pendapatan asli daerah (PAD) berdasarkan dari tambang mineral pasir (zirkon).

Dengan agenda jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi - fraksi, di DPRD KabupTen Belitung terhadap raperda tentang pertanggungjawaban, APBD Kabupaten Belitung.

"Justru kita akan lebih dari pada target tahun 2019 ini untuk pencapaian dan meningkatkan, PAD lebih lagi, kami akan pasang target PAD 200 M untuk kedepannya, karena yang pertama PAD, dari tambang pasir zirkon," kata Sanem, saat dijumpai posbelitung.co, setelah rapat Rapat Paripurna ke XX Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Belitung, Tahun Sidang 2018-2019, Senin (8/7/2019).

Menurutnya, Pemerintahan Kabupaten Belitung, telah merumuskan tujuan strategi yang berkaitan dengan aspek keuangan daerah, yaitu meningkatkan kinerja pemerintah daerah, dari tujuan strategi tersebut kemudian dijabarkan dalam dua strategi, meningkatkan kemampuan keuangan daerah dan terwujutnya efisiensi biaya dalam APBD.

Berkaitan dengan sarana strategi tersebut, dikembangkan berberapa indikator cerminan kinerja keuangan daerah, diantaranya jumlah peningkatan asil daerah (PAD), membandingkan perkembangan dan peningkatan, antara tahun berjalan dan tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut dapat dilihat pada periode dalam empat tahun terakhir, dimana dari realisasi PAD pada tahun 2015, sebesar Rp 125.791.391.801,15 miliyar di tahun 2016 mengalami kenaikan dimana jumlah realisasi PAD, Rp 138.227.681.151,74, miliyar. Pada tahun 2017, meningkat sebesar Rp 193.196.265.848,73, miliyar dan pada tahun 2018, menurun menjadi Rp 191. 938.969.495,04 miliyar.

Lebih lanjut, Sanem mengatakan, efek penurunan PAD tersebut, terutama dari persoalan, pengangkutan di pelabuhan, secara otomatis turun, karena ada beberapa regulasi, seperti dulu adanya Surat Izin Gangguan (HO) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU), kita kan dulunya ada kontribusi pajak.

"Sekarang HO tidak SITU pun tidak, semuanya tidak ada lagi izin itu ini. yang memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), nah itu lah. sedangkan dari situ lah, membuat penurunan PAD, sebesar 1,2 milyar," jelas Sanem.

Terkait hal ini, Setelah melakukan evaluasi tentang PAD, ternyata ada kawasan yang tidak boleh dipungut biaya untuk parkir, karena bukan kategori tempat parkir, tempat tersebut adalah jalan umum, jadi ada berberapa pengurangan.

"Sekarang yang ditetapkan untuk parkir daerah pasar. Kalau untuk kawasan di KV Senang, bukan kawasan parkir, karena itu arena yang di tetapkan pemerintah, misalkan seperti di Tempat Pembelanjaan Barata itu, itu bukan kawasan parkir," ungkap Sanem. (Posbelitung.co/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved