Berita Belitung

Kasus Stunting di Belitung Timur Tak Masuk Zona Merah

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah menyampaikan kondisi kasus stunting tidak masuk zona merah.

Kasus Stunting di Belitung Timur Tak Masuk Zona Merah
Pos Belitung/Suharli
Suasana audiensi, Konsolidasi dan Edukasi upaya pencegahan dan penanganan Stunting di Kabupaten Belitung Timur di ruang pertemuan BP4D Kabupaten Beltim. 

POSBELITUNG.COM BELITUNG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Bayu Priayambodo menyampaikan kondisi kasus stunting tidak masuk zona merah.

Hal tersebut disampaikannya  saat mengelar Konsolidasi dan Edukasi upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Belitung Timur.

"Untuk kondisi stunting memang secara data kita (Beltim) belum termasuk zona merah. Namun sesuai arahan bapak ditektur sinkronisasi perencanaan daerah, memang diarahkan lebih ke preventif dan pencegahan," ujar Bayu kepada posbelitung.co, Selasa (9/7/2019).

Bayu memaparkan terkait stunting nomenklatur BP4D sudah pas, ada bidang pemerintahan dan pembangunan manusia. 

"Ini sudah kami terapkan melalui perencanaan pembangunan melalui tematik, holistik, integratik dan spasial. Tematik satu diantaranya adalah stunting dan holistik adalah semua sektor kami undang. Semua kami undang sehingga nantinya rencana pembangunan yang ada dalam RKPD sudah berdasarkan hal terebut. Nah Integratik itu antar program jadi begitu kita coba masalah stunting kita bisa memetakan programnya tersebar dimana saja," ujar Bayu.

Dia juga mengatakan nantinya akan disinergikan data stanting daerah mana saja, dan dilakukan evaluasi sehingga program-program akan tepat sasaran.

Kasus Stunting Jadi Sorotan

Kasus Stunting yang terjadi di Indonesia menjadi sorotan pemerintah pusat, Badan perencanaan pembangunan penelitian dan Pengembangan daerah (BP4D) Beltim melaksanakan

Konsolidasi dan Edukasi upaya pencegahan dan penanganan Stunting di Kabupaten Belitung Timur, bertempat di ruang pertemuan BP4D Beltim, Selasa (9/7/2019)

Direktur singkronisasi urusan pemerintah daerah III, Kemendagri RI, Eduard Sigalingging yang turut hadir damal kegiatan tersebut menuturkan setelah Presiden Jokowi menyentuh pembangunan manusia terdata lah di Indonesia ternyata ada 37,5 persen anak usia 1-5 tahun atau total sebanyak 9 juta anak terindikasi stunting.

Halaman
12
Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved