Eks Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar Diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi

KPK pun telah memeriksa Soetikno pada Selasa (9/7/2019) dan mengonfirmasi yang bersangkutan soal adanya temuan baru dugaan aliran dana

Eks Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar Diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar berjalan ke luar gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Senin (16/4/2018). Emirsyah Satar yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce pada PT Garuda Indonesia dengan tersangka Soetikno Soedarjo. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

POSBELITUNG.CO,  JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar sebagai tersangka kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada pewarta, Rabu (10/7/2019).

Selain Emirsyah, KPK juga telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

KPK pun telah memeriksa Soetikno pada Selasa (9/7/2019) dan mengonfirmasi yang bersangkutan soal adanya temuan baru dugaan aliran dana baru lintas negara dalam perkara suap tersebut.

Usai diperiksa, Soetikno memilih irit bicara.

KISAH INSPIRATIF Naik Haji, Ada yang Nabung Rp 5 Ribu Setiap Hari hingga Kerja Dibayar Seikhlasnya

"Tanyakan kepada pak penyidik sajalah, terima kasih," ucap Soetikno.

Emirsyah dan Soetikno telah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Januari 2017 lalu, namun sampai saat ini KPK belum menahan keduanya.

Emirsyah dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku 'beneficial owner' dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura.

Hubungan Gaya Bule Jadi Pertanyaan Hotman Paris ke Wijaya Saputra Saat Berpacaran, Begini Reaksinya

Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi, satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Rolls Royce oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pounsterling (sekitar Rp11 triliun) karena melakukan pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Angola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.

(Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama)

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Periksa Eks Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved