Dampak Kesehatan bagi Anak Jika Bawa Tas Terlalu Berat

Libur telah usai, anak sekolah pun akan memasuki tahun ajaran baru. Hari pertama masuk sekolah dan kegiatan belajar akan dimulai pada 15 Juli 2019.

Dampak Kesehatan bagi Anak Jika Bawa Tas Terlalu Berat
(KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan)
Ilustrasi: Nursaka (8), bocah SD asal Indonesia yang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia setiap hari demi bersekolah. Dia tinggal bersama keluarganya di di Tebedu, Malaysia, dan berangkat ke sekolah setiap hari di Entikong, Indonesia. 

POSBELITUNG.CO - Libur telah usai, anak sekolah pun akan memasuki tahun ajaran baru.

Hari pertama masuk sekolah dan kegiatan belajar akan dimulai pada 15 Juli 2019.

Hari pertama mungkin masih dalam tahap perkenalan.

Namun dihari berikutnya, kegiatan belajar mengajar pun sudah dimulai.

Tas menjadi salah satu kebutuhan untuk sekolah yang tak bisa diabaikan.

Terutama jika barang bawaan didalam tas atau ransel sudah mulai terisi penuh, alias keberatan barang bawaan.

Mulai dari buku tulis, buku pelajaran, seragam olahraga, serta barang bawaan lainnya.

Namun tahukah kamu, ternyata ada dampak yang ditimbulkan dari anakyang sering membawa tas atau ransel keberatan beban.

Seperti yang dilansir dari Healthline, untuk pertama kalinya para peneliti telah menghitung berapa berat ideal tas untuk anak-anak.

Para peneliti mengatakan anak sekolah harus membawa berat maksimum 10 persen dari total berat badan mereka.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved