Hari Ini saat yang Tepat Ukur Ulang Arah Kiblat, Matahari Tepat di Atas Kakbah

Selasa (16/7/2019) akan menjadi momen di mana matahari akan tepat berada di ata Kakbah, Mekkah, Arab Saudi.

Hari Ini saat yang Tepat Ukur Ulang Arah Kiblat, Matahari Tepat di Atas Kakbah
Kolase Twitter @undersubscribed & Pixabay
Kakbah di Masjidil Haram Mekkah 

POSBELITUNG.CO - Selasa (16/7/2019) akan menjadi momen di mana matahari akan tepat berada di ata Kakbah, Mekkah, Arab Saudi.

Momen tersebut bisa dijadikan acuan bagi umat muslim untuk mengecek ulang arah kiblat.

Diketahui, bayangan alat dari sinar matahari yang posisinya sedang di atas Kakbah atau sebaliknya di lokasi yang tepat berkebalikan dengan Kakbah di bola Bumi, dapat menjadi sarana kalibrasi alias cek ulang arah kiblat.

Peristiwa ini terkait upaya penentuan arah kiblat dikenal dengan sebutan Istiwa A'zam.

Situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pada 2019 ada dua waktu matahari akan berada tepat di atas Kakbah.

Sayangnya, kedua waktu tersebut terjadi saat wilayah Indonesia yang menggunakan satuan Waktu Indonesia Tengah (Wita) dan Waktu Indonesia Timur (WIT) sudah di rembang petang.

Solusinya, BMKG menyebut ada dua waktu lain yang juga bisa dipakai untuk melakukan kalibrasi arah kiblat, menggunakan waktu matahari di atas lokasi yang tepat berada di posisi kebalikan (antipodal) posisi Kakbah di bola Bumi. 

WAKTU DAN CARA KALIBRASI
ARAH KIBLAT

SEBAGAIMANA penjelasan dari situs BMKG di atas, ada dua waktu matahari tepat berada di atas Kakbah dan ada dua waktu lain matahari berada tepat berada di lokasi kebalikan Kakbah di bola Bumi.

Dua waktu matahari tepat ada di atas Kakbah adalah:

      Adapun dua waktu antipodal Kakbah adalah:
        Bagaimana cara mengecek ulang arah kiblat berdasarkan posisi matahari ini?

Cara kalibrasi

Ketika matahari tepat berada di atas Kakbah, BMKG memberikan cara pengecekan ulang arah kiblat adalah sebagai berikut:

        • Sesuaikan jam yang akan digunakan untuk kalibrasi arah kiblat ini dengan jam atom bmkg. Jam ini dapat diakses melalui alamat //jam.bmkg.go.id/Jam.BMKG.
        • Gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada tanah yang datar untuk kalibrasi arah kiblat ini. Alat ini bisa berupa bandul yang digantung atau tiang pancang atau dinding bangunan yang benar-benar tegak lurus terhadap tanah yang datar.
        • Lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum waktu yang ditentukan di atas hingga 5 menit sesudahnya.
        • Perhatikan arah bayangan yang terjadi pada alat yang digunakan untuk kalibrasi arah kiblat ini.
        • Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis yang ditarik itu arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Kakbah.

Visualisasinya, dapat dilihat dalam infografik berikut ini: 

 

 

Bagaimana untuk proses kalibrasi menggunakan antipodal Kakbah?

Cara yang dipakai kurang lebih sama, menggunakan alat kalibrasi pada waktu yang ditentukan. Bedanya, arah kiblat adalah sesuai ujung bayangan, alias berkebalikan dari ilustrasi di atas.

PENJELASAN TEKNIS

SEMUA karena pergerakan semu matahari dari waktu ke waktu. Dalam setahun, matahari akan bergerak dari posisi 23,5º Lintang Selatan (LS) ke 23,5º Lintang Utara (LU) lalu kembali lagi. 

Akibat gerakan itu, akan ada waktu matahari pada waktu tertentu berada tepat di atas lokasi tertentu dalam jalur lintasannya.

Salah satu lokasi yang tepat dilintasi pergerakan semu matahari ini adalah Kakbah. Lokasi Kakbah adalah 21º 25' 21" LU dan 39º 49' 34" Bujur Timur (BT).

Mengecek dan memastikan arah kiblat diperlukan bagi umat Islam yang dalam pelaksanaan ibadah salat, yang dalam sehari ada lima kali salat wajib. 

Sebelum mengarah ke Kakbah di Makkah, kiblat salat umat Islam pernah pada suatu masa adalah Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa di Jerusalem, Palestina. Kiblat berubah mengarah ke Kakbah terjadi pada 624 M seusai peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Ketepatan arah kiblat dari derajat lintang dan bujurnya memang tak eksplisit disebut di Al Quran. Perintah yang ada, siapa saja yang hendak salat diminta menghadapkan muka ke arah ke arah Masjidil Haram. 

Meski begitu, perkembangan sains pun mendapati, pergeseran setiap satu derajat arah bisa menyimpangkan ujung tujuan hadap sampai lebih dari seratus kilometer. 

Bagi yang berminat mempelajari cara hitung jarak dalam kilometer dari informasi lintang dan bujur, bisa antara lain mempelajarinya di video berikut ini: 

 

 

Dalam sejarah Islam di Indonesia, salah satu pelaku yang mengoreksi arah kiblat pada era teknologi belum semaju sekarang adalah KH Ahmad Dahlan.

Pendiri organisasi Muhammadiyah ini memelopori upaya mengoreksi arah kiblat Masjid Gedhe Kauman di Yogyakarta pada 1898, dimulai dari langgar keluarganya.

Selain memanfaatkan posisi matahari yang sedang berada tepat di atas Kakbah, perhitungan arah kiblat dapat dilakukan menggunakan beberapa cara lain, termasuk memakai rasi bintang dan alat bantu seperti kompas.

Situs Masjid Agung Jami Malang, Jawa Timur, menyajikan rincian detail cara perhitungan arah kiblat ini, baik menurut mahzab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali, maupun perhitungan teknis rinci menggunakan beragam cara dan alat.

Artkel ini telah terbit di https://wow.tribunnews.com/2019/07/15/matahari-tepat-di-atas-kakbah-selasa-16-juli-2019-saatnya-cek-ulang-arah-kiblat-ini-cara-akuratnya

Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved