Terdesak Kebutuhan Hidup Janda dan Ibu Rumah Tangga Nekat Jadi Pengedar Narkoba

Mengaku terdesak kebutuhan hidup, seorang janda beranak empat serta seorang ibu rumah tangga nekat menjadi pengedar dan kurir sabu-sabu.

Terdesak Kebutuhan Hidup Janda dan Ibu Rumah Tangga Nekat Jadi Pengedar Narkoba
KOMPAS.com/Amran Amir
Ilustrasi pengamanan barang bukti narkoba 

POSBELITUNG.CO-- Kebutuhan hidup yang semakin banyak dan sulitnya mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menyebabkan kadang orang berbuat nekat.

Seperti yang dialami seorang janda beranak empat serta seorang ibu rumah tangga nekat menjadi pengedar dan kurir sabu-sabu, Mereka mengaku terdesak kebutuhan hidup sehingga mau menjadi pengedar barang haram tersebut.

Namun aksi mereka ketahuan polisi dan akhirnya diamankan.

Kedua tersangka masing-masing RA (31), ibu rumah tangga, warga Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, serta NA (48), janda beranak empat, warga Jalan Bantar, Kota Tasikmalaya.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya, AKP Ngadiman, di Mapolres, Rabu (17/7/2019), mengatakan, penangkapan kedua tersangka setelah jajarannya membekuk DC (41), warga Jalan Padayungan, Kota Tasikmalaya, di sebuah tempat yang masuk wilayah hukum Polres Tasikmalaya.

"Dari pengakuan tersangka DC muncul nama RA sebagai penjual. Nah kemudian setelah RA ditangkap muncul lagi nama NA sebagai kurirnya," kata Ngadiman.

Dari para tersangka disita dua paket sabu-sabu, masing masing seberat 0,48 gram dan 0,15 gram.

Modus operandi yang dilakukan kedua perempuan tersebut yakni menjual langsung.

Namun saat membeli dari seseorang di Jakarta disamarkan dengan cara dimasukkan ke dalam plastik sedotan lalu dimasukkan ke dalam bungkus rokok.

"Dengan modus seperti itu, tersangka RA berhasil mendapatkan sabu dari Jakarta. Namun akhirnya berhasil kami amankan berikut kurirnya setelah seorang pengguna yakni DC kami tangkap," ujar Kasat Narkoba.

Sementara NA mengaku nekat menjadi kurir sabu karena terdesak kebutuhan sehari-hari.

Setelah bercerai dengan suaminya, ia terpaksa harus banting-tulang menghidupi keempat anaknya yang ia bawa setelah perceraian.

"Saya terdesak kebutuhan sehari-hari. Kemudian ada tawaran jadi kurir. Awalnya enggak mau. Tapi setelah upahnya cukup besar, saya tergoda dan tidak menyangka ternyata melanggar hukum," kata NA saat diperiksa petugas.

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul : Janda di Taksimalaya Ditangkap Polisi Jadi Pengedar Narkoba

Editor: nurhayati
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved