Warga Amerika Teriaki Para Pendatang 'Pulang ke Negaramu', Penyebabnya Akibat Komentar Rasis Trump

Akibat Komentar Rasis Trump, Warga Amerika Teriaki Para Pendatang 'Pulang ke Negaramu'

Warga Amerika Teriaki Para Pendatang 'Pulang ke Negaramu', Penyebabnya Akibat Komentar Rasis Trump
instagram/realdonaldtrump
Presiden AS, Donald Trump 

Resolusi ini adalah pernyataan pendapat dan tidak mengikat secara legal. Namun mengkritik perilaku presiden sangat jarang terjadi.

Baca: Manfaat Luar Biasa Buah Plum, Menurunkan Berat Badan hingga Mencegah Kanker

Keluhan warga Yahudi

Shamsi Ali - yang juga tergabung dalam asosiasi lintas agama di New York - juga mengatakan banyak teman-temannya warga Yahudi yang mengeluh karena mendapat perlakuan serupa.

"Banyak teman-teman Yahudi yang mengeluh. Justru dalam beberapa bulan terakhir, persentase anti-Semitisme lebih tinggi daripada anti-Islam. Mungkin karena orang Islam tidak berani melapor...Ini terjadi di mana-mana."

"Semua yang dikategorikan minoritas mendapat perlakuan yang rasis. Dari hispanik, Afrika, orang Yahudi, orang Islam, khususnya dari Timur Tengah dan Asia Selatan mendapat perlakuan rasisme yang cukup tinggi. Karena pelaku rasis seolah mendapat perlindungan pemerintah," kata Shamsi.

Kontroversi terakhir bermula dari utasan cuitan Trump hari Minggu (14/07), yang menyebutkan anggota Kongres, Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Ayanna Pressley dan Rashida Tlaib "berasal dari negara-negara dengan pemerintahan yang kacau" dan "harus kembali (ke negara asal)".

Shamsi mengatakan kejadian ini merupakan preseden buruk, terutama bagi warga biasa.

'Memalukan dan menjijikkan'

"Mereka anggota kongres dan diperlakukan seperti ini, bagaimana yang seperti kita di pinggir jalan. Anggota kongres aja di suruh pulang ke negaranya... Ini perilaku rasis yang sangat dalam. Amerika dicatat dalam sejarah, Ini memalukan bila tidak segera dirubah," kata Shamsi Ali.

Halaman
123
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved