Berita Pangkalpinang

Anniversary ke-2 RSTI, Sopir Mengeluh Sulit Dapat BBM hingga Uang Jasa Telat Dibayar Perusahaan

RSTI Babel saat ini beranggotakan sekitar 320-an sopir berbagai jenis angkutan di Babel seperti sopir truk boks, truk biasa, dan sopir dumptruck.

Anniversary ke-2 RSTI, Sopir Mengeluh Sulit Dapat BBM hingga Uang Jasa Telat Dibayar Perusahaan
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Gubernur Babel Erzaldi Rosman memotong tumpeng pada perayaan hari jadi ke-2 RSTI Babel di Bangka Belitung, Minggu (21/7/2019) 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman hadir pada kopi darat hari jadi ke-2, komunitas Romantika Sopir Truk Indonesia (RSTI) Babel di kawasan Pantai Temberan, Airanyir, Kabupaten Bangka, Minggu (21/7/2019). Di hadapan para sopir, Erzaldi menyampaikan beberapa hal yang mengenai keluhan para sopir dalam mendapatkan BBM (Bahan Bakar Minyak) di Babel.

"Sudah terlalu banyak keluhan para sopir ini berkenaaan dengan sulitnya mereka mendapatkan BBM, tidak lancarnya pembayaran jasa mereka. Ini menjadi perhatian kami, dari pemerintah," kata Erzaldi di Pantai Temberan.

Dia menyebut akan mengundang RSTI Babel ke kantor Guberur Babel untuk berdiskusi dan mencari solusi. Diskusi akan mengundang pihak kemanan dan Pertamina.

"Untuk masalah pemerataan BBM ini, jangan sampai lebih banyak ke tambang, ketimbang kepada orang-orang yang lebih banyak berjasa dalam pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi. Jasa para sopir ini luar biasa, bayangkan apa yang terjadi kalau mereka mogok," tutur Erzaldi.

Permasalahan kedua adalah kerap terlambatnya uang jasa yang diterima para sopir ini dari perusahaan pengguna jasa mereka. Satu di antara solusinya adalah perlunya RSTI melembaga menjadi koperasi.

"Mereka harus memiliki koperasi. Kalau koperasi ini ada kekuatan dana di situ, mereka akan menalangi ini. Ketimbang ditalangi oleh orang lain, kemudian orang lain minta untung, kenapa RSTI saja selaku koperasi, selaku lembaga yang bisa membantu itu," katanya.

Kopdar anniversary ke-2 RSTI digelar di Pantai Temberan dan dihadiri perwakilan RSTI dari Surabaya, Jakarta, dan Lampung

Acara diisi dengan pemotongan tumpeng, penanaman pohon, dan simulasi pertolongan pertama kepada korban tenggelam bekerja sama dengan BPBD Babel.

RSTI Babel saat ini beranggotakan sekitar 320-an sopir berbagai jenis angkutan di Babel. Mereka merupakan sopir truk boks, truk biasa, dan sopir dumptruck. Mereka aktif di sejumlah kegiatan sosial di Babel.

"Yang sering kami rasakan memang susah dapat BBM jenis solar. Harus bela-belain waktu, kadang tidur di SPBU. Jadi kalau pulang ke kerja, bukan pulang ke rumah, tapi ke SPBU, istirahatnya di sana. Menunggu dari tengah malam sampai pagi di mobil, kalau jauh nomor antreannya, kadang-kadang tidak dapat solarnya," kata Ketua RSTI Babel Riansyah.

Riansyah mengatakan, pihaknya siap berdiskusi dengan Gubernur Babel mencari solusi permasalahan yang dihadapi para sopir ini.

(Bangka Pos / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved