Berita Pangkalpinang

Jumlah Kambing yang Dibawa Kapal ke Babel Meningkat Drastis Jelang Idul Adha

Pada bulan Juli 2019 kambing dibawa kapal, masuk melalui tiga jalur dari pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Muntok dan Pelabuhan Tanjung Pandan.

Jumlah Kambing yang Dibawa Kapal ke Babel Meningkat Drastis Jelang Idul Adha
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ilustrasi -Pekerja memberi minum ke hewan kurban yang dijual di tepi jalan Sukarno Hatta, Kota Semarang, Rabu (15/9/2015). Harga sapi kurban mengalami peningkatan yang semula berkisa Rp 14-15 juta kini bisa mencapai Rp 16-20 juta per ekor sedangkan kambing yang dulu berkisar Rp 1,8 hingga Rp 2 juta kini mencapai Rp 2- Rp 3 jutaan. Kenaikan tersebut tidak berpengaruh dengan musim kemarau panjang seperti ini. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Jelang Idul Adha jumlah hewan Kambing yang masuk ke wilayah Bangka Belitung mengalami peningkatan drastis. 

Pada bulan Juli 2019 terdapat 5.007 kambing dengan frekuensi 102 kapal yang masuk melalui tiga jalur dari pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Muntok dan Pelabuhan Tanjung Pandan.

Hal tersebut mengalami peningkatan drastis setelah sebelumnya pada bulan Juni jumlah kambing yang masuk hanya 2.247 dan bulan Mei hanya 1.028 Kambing.

Sementara itu berbanding terbalik dengan jumlah Sapi yang mengalami penurunan dari bulan Mei yaitu 3.832 sapi, sedangkan untuk jumlah sapi hingga 24 juli hanya 1.675 sapi

"Hal ini wajar karena pada bulan Mei itu IdulFitri jadi permintaan terhadap sapi sangat banyak. Untuk saat ini permintaan banyak untuk hewan kambing kerena banyak yang melakukan qurban, kalau sapi itukan satu sapi bisa untuk tujuh orang," ujar Kasi Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Akhir Santoso, Rabu (24/7).

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang akan melayani tindakan pelaksanaan karantina selama 24 jam penuh. Hal ini dikarenakan faktor kedatangan kapal pembawa hewan yang akan langsung dilakukan pemeriksaan di Pelabuhan.

"Pemeriksaan itu rutin kita periksa baik itu fisik ataupun dokumennya sampai betul-betul kita yakinkan kondisinya sehat dan bisa disebar ke masyarakat," lanjutnya.

Lebih lanjut hewan yang masuk ke wilayah Bangka Belitung sebelumnya sudah mendapatkan sertifikat kesehatan dari dinas atau instansi terkait dari daerah asal hewan tersebut.

"Kebanyakan yang masuk itu dari daerah Madura, Lampung, dan Palembang dan mereka harus memiliki sertifikat kesehatan. Kemudian jalur masuknya melalui tempat-tempat yang sudah ditetapkan oleh Menteri seperti di Pelabuhan Pangkalbalam, Muntok dan Tanjung Pandan," tuturnya.

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizky Irianda Pahlevy
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved