Berita Belitung

Pengambilalihan Pengelolaan Pantai Tanjung Pendam oleh BUMD Masih Menunggu Kebijakan Bupati Belitung

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekolomi Kreatif Kabupaten Belitung, Hermanto mengatak‎an masih dalam memverifikasi data, terkait pengelolahaan pantai

Posbelitung/Yuranda
Suasana Pantai Wisata Tanjungpendam Kabupaten Belitung, Jumat(26/7/2019) 

POSBELITUNG.CO-- Kepala Dinas Pariwisata dan Ekolomi Kreatif Kabupaten Belitung, Hermanto mengatak‎an masih dalam memverifikasi data, terkait pengelolahaan Pantai Wisata Tanjungpendam, yang akan di pindah kelolahkan kepada BUMD (PT Mandiri Belitong).

Hal ini disampaikan, oleh Hermanto, Jumat (26/7/2019)‎, namun masih menunggu kebijakan dari Bupati Belitung. Untuk saat ini pihaknya masih mempersiapkan data-data yang akan disampaikan kepada Bupati Belitung.

"Pengelolaan Pantai Wisata Tanjungpandam, mulanya dikelolah oleh UPT, setahun yang lalu  tidak boleh lagi pengelolaannya di UPT, untuk sekarang pengelolaan tersebut i disatukan kepada Kasi Pengembangan Destinasi Budaya Alam dan Buatan," jelas Hermanto.

Menurutnya, penugasan itu tidak efektif, karena tugas kasi tersebut hanya di kantor, bukan di lapangan, makanya pihaknya berpikir harus ada solusi dari pemerintah daerah terkait itu, dengan bagaimana harus mengefektifkan kembali, pengelolaan Pantai Wisata Tanjungpendam.

"Kalau pengelolaan tersebut melalui kasi akan menjadi susah sedangkan, kasi itu kerajaannya di kantor, sedangkan itu kegiatan yang setiap hari kita lakukan di lapangan," ungkap Hermanto.

Disisi lain untuk pengelola tersebut pinak Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Belitung tidak mempunyai pegawai yang definitif, sehingga mau tidak mau, pengelolaan kawasan Pantai Wisata Tanjungpendam itu harus diserahkan kepada pihak yang tepat dan memang memiliki sumber daya manusia yang cukup, pendanaan, dan tata laksana secara keseluruhan.

"Untuk pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Wisata Tanjungpendam sendiri, rata-rata  Rp ‎1,8 M lebih per tahun, dan kita tambahkan dengan PAD di Tanjung Kelayang yang sedikit," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hermanto mengatakan, pihaknya dispar berpikir positifnya, maka di sarankan untuk pengelola tersebut dialihkan ke BUMD, atau pihak ke tiga, sehingga managemen pengelolaannya lebih terkendalikan, dan lebih fokus.

"Kalau kita d ipemerintah ini, seperti yang sudah saya sampaikan tugas kasi itu bukan hanya menjaga Tanjungpandam saja, tetapi dia juga mempunyai beban tugas yang lainnya, sehingga pengelolahaan tersebut tidak bisa terfokus, tapi misalkan dikelolah oleh perusahaan daerah atau pihak ketiga, ini akan jauh lebih fokus," ungkap Hermanto.

Menurutnya, dengan adanya pengalihan pengelolah tersebut, diharapkan akan jauh lebih baik, sehingga mereka akan berfokuskan terhadap yang dikelolakan.

"Kalau perusahaan itu dari BUMD, untuk tiket masuk itu juga di atur oleh pemerintah, dan tarif tersebut juga diatur oleh Peraturan daerah (Perda), BUMD juga mengacu pada perda tersebut, kecuali pihak ketiga, " katanya.

Dia mengatakan, pihak ketiga juga pasti ada komitmen-komitmen  terkait hal itu jika, ‎ingin menggunakan aset milik daerah tentunya ada peraturan daerah yang harus mereka ikuti, dan peraturan daerah tersebut untuk melindungi masyarakat seperti, maksimal tarif masuk ke Pantai Wisata Tanjungpendam.(Posbelitung.co/Yuranda)

Caption : Suasana Pantai Wisata Tanjungpendam Kabupaten Belitung, Jumat(26/7/2019)(Pos Belitung/Yuranda)

Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya.

Penulis: Yuranda
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved