Breaking News:

Berita Eksklusif

Sungai Lenggang Menyimpan Warisan Dunia, Begini Jejaknya Menurut Ahli Geologi

Secara geologi, sungai purba tersebut hanya sedikit terdapat di dunia ini. Sungai seperti ini biasa disebut Tasek Bera Malaysia dan Mahakam Kalimantan

POS BELITUNG/SUHARLI
Nelayan menangkap ikan menggunakan pukat di Sungai Lenggang, Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang. Kabupaten Belitung Timur, Selasa (23/7/2019). 

Sungai Lenggang Menyimpan Warisan Dunia, Begini Jejaknya Menurut Ahli Geologi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Tebat Rasau di Desa Lintang, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ternyata merupakan sungai yang penting di dunia.

Secara geologi, sungai purba tersebut hanya sedikit terdapat di dunia ini. Sungai seperti ini biasa disebut Tasek Bera Malaysia dan Mahakam Kalimantan.

Ahli Geologi yang juga mahasiswa Strata III School Of Mining Engineering University Of The Witwatersrand, Johannesburg South Africa, Veri Yadi mengatakan, sungai purba itu terbentuk karena pergerakan tektonik yang dikenal dengan istilah rheotropic.

Sungai purba ini terbentuk jaman Kenozoikum. Tepatnya miosen pada saat terjadi pergeseran lempeng terbesar di kawasan Asia Tenggara sehingga membentuk sungai berbentuk channel.

"Sungai ini merekam jejak pengendapan batu bara atau gambut terbesar di kawasan Asia Tenggara dan merekam proses migrasi tengkelesa. Munculnya 115 juta tahun lalu dari daratan purba Australia, Antartika, Banda, dan Amerika Latin. Nah mencetus disiplin ilmu baru biogeography yang dicetus Nishida & Ikishawa menggunakan time-clock calibration dan disempurnakan oleh Lavao," jelas Veri Yadi, Rabu (24/7/2019)

Warga Damar, Kecamatan Damar, Kabupaten Beltim ini menjelaskan sungai purba itu kaya akan nutrisi, lantaran proses pengendapan gambut sehingga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar.

Alur sungai purba Lenggang ini terhubung dengan East Sunda River yang terhubung ke Laut Banda dan telah hilang sejak berakhirnya zaman es akhir era pleistocene.

"Kalau menjaga Sungai Lenggang itu, tidak hanya menjaga habitat kehidupan dan perekonomian komunitas sekitar Lenggang saja. Tapi juga menjaga titipan warisan dunia yang artinya hilangnya Sungai Lenggang serta merta hilangnya peradaban dunia akan sungai purba khas kawasan sundalan," kata pria lulusan Strata II The Camborne School Of Mines, University Of Exeter United Kingdom ini.

Menurut Veri Yadi, untuk kalangan hewan sungai seperti ikan cempedik yang sangat terkenal di Beltim, berhubungan erat dengan sungai purba tersebut secara alamiah.

Jadi sungai yang terluas di Pulau Belitung tersebut bisa dikategorikan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi sekali.

"Belum lagi di situ ada tengkelesa (ikan) yang sudah teridentifikasi berusia kemunculannya 115 juta tahun yang lalu, saat benua Australia, Amerika Latin, kawasan timur Indonesia masih bersatu," ujar Veri. (*)

Editor: Jaryanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved