Berita Belitung

HPI Berharap Pengambilalihan Pengelolaan Pantai Tanjung Pendam oleh BUMD Bisa Lebih Profesional

Perpindahan pengelolaan Pantai Wisata Tanjung Pendam, Kabupaten Belitungdapat dipengelolaan lebih profesional dan modern

Posbelitung/Yuranda
Suasana Sunset di Pantai Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung 

‎BANGKAPOS.COM-- Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Kabupaten Belitung, Erling Rinanto, mengharapkan dengan adanya rencana perpindahan pengelolaan Pantai Wisata Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat dipengelolaan lebih profesional dan modern.

"Terlepas siapa yang mengelolahnya, baik BUMD maupun pihak ketiga. Beberapa wisatawan yang kami bawa ke pantai tersebut, mereka tidak pernah keberatan untuk bayar biaya masuk, cuma fasilitas yang ada di sana, lebih di perbanyak seperti WC,"saran Erling, kepada Posbelitung.co, saat dihubungi telpon, Sabtu (27/7/2019).‎

Lebih lanjut, Erling mengatakan, kalau memang BUMD yang mengambil alih  untuk pengelolaan pantai tersebut tidak masalah. Namun ia juga mempertanyakan, apakah BUMD akan lebih baik dari UPT sekarang, dalam segi pengelolaannya.

"Itu juga perlu pembuktian waktu nantinya, intinya kami dari pramuwisata, akan memberikan informasi secara jelas dan detail kepada wisatawan. Misalnya, sekarang sudah di kelola oleh BUMD, dan biaya masuknya ke Pantai Tanjung Pendam naik, ‎kami akan memberikan informasi tentang itu," sarannya.

Sebagai pemandu wisata, dia menyarankan agar aktivitas di tempat wisata itu harus ditambah, jadi apabila wisatawan  ke Pantai Tanjung Pendam untuk menikmati sunset, ada aktivitas lain yang di pertunjukan di tempat tersebut seperti pegelaran seni budaya asli Belitung, atau irama dambus Khas Belitung.

"Kami masuk ke Pantai Tanjung Pendam itu kurang lebih sekitar pukul 17.00 WIB sampai 18.00 WIB, aktivitas yang kami lakukan di sana, hanya menikmati sunset.‎ Sebelum menunggu sunset kami juga sering mengedukasi tempat disana kepada wisatawan, maksud kami untuk mengedukasi tentang budaya yang ada di Belitung, itu lah diperlukan aktivitas tersebut agar mereka tahu budaya yang ada di Belitung ini," jelas Erling.

Diakuinya kurangnya aktivitas di tempat wisata tersebut, membuat wisatawan bosan dan akhirnya wisatawan yang akan berwisata ke Pantai Tanjung Pendam menjadi berkurang, sehingga perlunya pegelaran seni budaya, atau kegiatan lainnya yang berkaitan dengan budaya  atau tradisi masyarakat Belitung, yang menampilkan di pantai terserbut.

"Kalau tidak bisa setiap hari paling tidak, Sabtu dan Minggu, kalau seperti itu mungkin menambah daya tarik mereka," saran Erling. (Posbelitung.co/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved