Berita Belitung

Taufik Sebut Pemkab Belitung Keluarkan Rp 8 M Kelola Pantai Tanjung Pendam, Tak Sebanding Pendapatan

Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Taufik Rizani mengatakan, jika Pantai Wisata Tanjung Pendam, ingin maju harus di kelola oleh Badan Usaha Milik Daerah

Pos Belitung/Disa Aryandi
Ketua DPRD Belitung Taufik Rizani 

POSBELITUNG.CO-- Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Taufik Rizani mengatakan, jika Pantai Wisata Tanjung Pendam, ingin maju harus di kelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Pasalnya menurut Taufik yang harus di catat, dalam satu tahun Pemerintahan Daerah Kabupaten Belitung, mengeluarkan anggaran APBD Kabupaten Belitung, sebanyak Rp 8 Milyar untuk mengelola Pantai Wisata Tanjung Pendam sehingga tidak sebanding dengan pendapatan.‎‎

"Sementara penghasilan 1 Miliar, dan pengeluaran 8 Miliar, paling tidak penghasilan tersebut harus berimbang dengan pengeluaran," ungkap Taufik.

Selain itu menurutnya, pemerintah daerah juga tidak boleh lagi ada Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD), makanya sekarang pemerintah akan alihkan pengelola tersebut ke BUMD.

Dalam hal ini dia menyebutkan bukan pemerintah tidak sanggup,tetapi aturan yang menyebabkan sehingga pemerinta tidak boleh mengelola pantai wisata Tanjung Pendam, seperti sebelumnya sehingga diberikan ke BUMD pada tahun 2020 nantinya.

"Nantinya terserah BUMD bagaimana sistem pengelolanya ‎dengan pemerintah daerah. ‎ Mungkin nantinya mereka juga akan mencari pihak-pihak investor, kalau BUMD lebih gampang untuk mencari investor,"jelas Taufik.

Dia mengharapkan, Pantai Wisata Tanjung Pendam, betul-betul bisa menjadi ‎representatif bagi pengembangan pariwisata kedepannya, itu yang paling penting.

"Untuk pengelola tersebut akan kami proses anggarannya, saat ini kami sedang menunggu pengusulan dari Pemerintah Daerah tentang anggaran, berapa nilainya yang akan beritakan kepada BUMD. Dalam perangkat pengembang pariwisataan Pantai wisata Tanjug Pendam sendiri," ucapnya,

Menurutnya Pemkab Belitung mengharapkan, ‎dengan dikelola oleh BUMD  lebih optimal, karena nantinya terkait dengan profit,sehingga jika sudah berbicara keuntungan tentu hal-hal yang selama ini tidak ada akan diupayakan.

"Karena mereka tidak bergantung dengan APBD, selama ini APBD yang menyuplai dana tersebut. Kita juga bisa lihat sekarang banyak petugas penjaga pintu dari pada petugas kebersihan, itu salah satu pemborosan anggaran, dengan pengelolaan BUMD tentu akan lebih beda sistem managemen nantinya, sehingga dapat dikelola dengan baik dengan sistem managemen yang baru," tegas Taufik. (Posbelitung.co/Yuranda)‎

Penulis: Yuranda
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved