Bertarif Rp 400-800 Juta, Gadis Belia Kalimantan Jadi Target Kawin Kontrak Antar Negara

Sutarmidji turut mengunggah pertemuannya di Instagram dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang bahas pengembalian korban TPPO.

Bertarif Rp 400-800 Juta, Gadis Belia Kalimantan Jadi Target Kawin Kontrak Antar Negara
magang TribunWow.com/okipratiwi
grafis penjualan wanita antar negara 

Bertarif Rp 400-800 Juta, Gadis Belia Jadi Target Kawin Kontrak Antar Negara

POSBELITUNG.CO - Kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) antar negara melalui kawin kontrak atau pengantin pesanan marak terjadi di Kalimantan Barat.

Hal itu turut diungkap oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji.

Sutarmidji turut mengunggah pertemuannya di Instagram dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang bahas pengembalian korban TPPO.

Ia mengatakan saat ini masih ada tiga warga Kalbar yang masih berada di luar negeri dalam proses untuk pemulangan karena menjadi korban.

Setelah melakukan wawancara dan berbincang-bincang dengan korban yang telah diselamatkan, Midji menegaskan adanya korban TPPO yang bermula dari perkawinan pesanan.

"Setelah kita berbicara dengan korban yang menjadi TPPO, ada beberapa hal yang mendasari mengapa kasus ini terjadi,pertama kemiskinan dan pendidikan," ucap Midji saat memberikan keterangan di Mapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).

Kasus TPPO di Kalbar menjadi perhatian serius, karena sudah beberapa kali berhasil diungkap.

Midji meminta pihak terkait untuk menelusuri sebab ada indikasi pemalsuan dokumen dengan meningkatkan umur korban.

Melalui akun Instagram-nya, @bang.midji, sang Gubernur bahkan mengungkap tarif pengantin pesanan tersebut. 

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved