Breaking News:

Berita Belitung

KSOP Tanjungpandan Resmikan Aplikasi Inaportnet Pengguna Jasa di Pelabuhan

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan, melakukan TOT dan sosialisasi penerapan sistem aplikasi inapornet

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Posbelitung/Yuranda
Kepala Kantor KSOP IV Tanjungpandan, Belitung Afriyon Putra, di Ball room Tanjung Pandan BW Suite Belitung Hotel, Kamis (1/8/2019) 

POSBELITUNG.CO-- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan, melakukan Training of Trainer (TOT) dan sosialisasi penerapan sistem aplikasi inaportnet, yang melibatkan pengguna dan pelayanan jasa, di Pelabuhan Tanjungpandan‎, Kamis (1/8/2019) di Ballroom Tanjung Pandan BW Suite Belitung Hotel.

Kepala kantor KSOP IV Tanjungpandan, Belitung Afriyon Putra, mengatakan dalam penerapan sistem aplikasi inaportnet, untuk mempermudah sistem administrasi yang berkaitan dengan pelayanan dan pengguna jasa di pelabuhan tersebut. Sebelumnya sistem administrasi, masih menggunakan sistem manual dan saat ini sudah tersistematis atau menggunakan aplikasi.

Diakuinya, kendala-kendala mungkin dirasakan oleh pengguna jasa, saat menggunakan sistem ini, namun  pihak KSOP tetap optimis. Dia menilai,  justru dengan ada perubahan ini, dapat mempermudah dan transparan karena aplikasi ini sudah menggunakan sistem online.

"Sistem ini dapat mempermudah, sebelumnya kita ketemu untuk menguruskan surat atau dokumen. Tapi saat ini cukup menggunakan aplikasi online, atau mempersingkat waktu,"kata Afriyon.

Oleh karena itu pihaknya melaksanakan traning dan pelatihan terhadap para pengguna jasa, ‎maupun untuk pelayaran. Hal ini yang berkaitan dengan stekeholder atau pengguna jasa yang beroperasi di pelabuhan, IPC Pelindo, atau pengguna jasa yang lain akan ikut sertakan dalam pelatihan tersebut.

Sistem aplikasi inaportnet ini berfokus kepada pelayanan kapal, sistem aplikasi ini dapat melihat posisi kapal, bagaimana proses pengirim barang, jadwal rencana bongkar muat, nantinya semua dokumen kapal, akan menggunakan sistem keterbukaan atau online.

"Menggunakan sistem keterbukaan dan tidak ada di tutupi, kalau menggunakan sistem aplikasi ini harus sesuai ketentuan, apabila ini menyalahi ketentuan, dan tidak sesuai tentunya diaplikasi akan ditolak secara otomatis," jelas Afriyon.

Harapannya, kesadaran kepada pengguna jasa itu semua harus mengikuti prosedur dan ketentuan sehingga, dapat memberikan inaportnet secara transparan, tidak ada yang  ditutupi dan tidak ada di rekayasa karena semua itu harus secara online.

"Begitu juga dengan dokumen kapal palsu, akan terkunci di aplikasi dan ditolak apabila terdapat dokumen palsu. Tapi kalau memang legalitas mereka sesuai dengan ketentuan maka di aplikasi tidak menjadi hambatan," tegasnya.  (Posbelitung.co/Yuranda)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved