Antisipasi Pergaulan Bebas Hingga Aborsi, Pelajar SMA di Pangkalpinang di Berikan Bimbingan
Tingginya angka perceraian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Antisipasi Pergaulan Bebas Hingga Aborsi, Pelajar SMA di Pangkalpinang di Berikan Bimbingan
POSBELITUNG.CO -- Tingginya angka perceraian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 100 orang pelajar SLTA utusan berbagai SMA/SMK/MA se Kota Pangkalpinang mengikuti Bimbingan Pra Nikah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Acara yang berlangsung pada Rabu, 7 Agustus 2019 di Aula SMKN 2 Pangkalpinang dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asyraf Suryadin.
Dalam sambutannya, Asyraf Suryadin mengatakan bahwa telah terjadi pergeseran nilai dan perilaku generasi muda yang menimbulkan berbagai efek negatif pergaulan bebas.
"Akibatnya terjadi pernikahan dini yang memungkin terjadi kelahiran yang tidak direncanakan bahkan begitu banyak terjadi praktek aborsi," ungkap Asraf melalui rilis yang dikirim Bagian Kesra Babel kepada Bangkapos.com, Rabu (7/8/2019).
Kondisi tersebut menurutnya, terjadi karena kekurangpahaman terhadap ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama serta keterbatasan pengetahuan terkait reproduksi.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Bimbingan Pra Nikah, Amrin Gani, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pernikahan baik dari sudut pandang agama maupun sudut pandang kesehatan serta memberikan pengetahuan dasar syariat pernikahan dan reproduksi manusia.
Bertindak sebagai narasumber kegiatan ini, H Firmantasi, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang dan Siti Puji Astuti dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.
(Bangkapos.com/Nurhayati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/aborsi_20171020_215521.jpg)