Media Malaysia Sebut Presiden Jokowi Malu Gara-gara Kabut

Kondisi ini menjadi sorotan sejumlah media negeri jiran itu, bahkan sebuah media mengungkapkan Presiden Joko Widodo merasa malu

Media Malaysia Sebut Presiden Jokowi Malu Gara-gara Kabut
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com. 

POSBELITUNG.CO -- Kabut asap kiriman dari Indonesia mulai menyusahkan warga Malaysia. Kondisi ini menjadi sorotan sejumlah media negeri jiran itu, bahkan sebuah media mengungkapkan Presiden Joko Widodo merasa malu karena kejadian kabut asap ini.

Portal berita thestartv.com bahkan menerbitkan video berita berjudul 'Haze a source of embarrassment, says Jokowi'. 

Dalam berita itu, thestar, menuliskan Presiden Indonesia Joko Widodo pada hari Selasa mengatakan kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia telah memalukan baginya dan orang Indonesia karena masalahnya terus mengganggu negara tetangga mereka, Malaysia dan Singapura.

“Saya kadang merasa malu. Minggu ini saya akan ke Malaysia dan Singapura. Namun, saya juga sadar bahwa kabut asap telah menjadi berita utama yang mempengaruhi tetangga kita, ”katanya dalam rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan. 

Menurut Departemen Meteorologi (MetMalaysia), kabut asap di Indonesia akibat kebakaran di Indonesia diperkirakan akan bertahan karena angin muson barat daya.

“Pemantauan terbaru kami menunjukkan bahwa masih ada sedikit kabut di semenanjung dan Sarawak barat menyusul peningkatan hotspot di Riau, Sumatra selatan, dan Kalimantan,” kata Direktur Jenderal MetMalaysia Jailan Simon.

Empat hotspot, yang merupakan daerah dengan kemungkinan kebakaran aktif, juga terdeteksi di semenanjung kemarin. Semua situs berada di Pahang.

Jailan mengatakan tiga lokasi mencatat jarak visibilitas di bawah 5 km.

“Setiap kebakaran yang tidak terkendali di Sumatra dan Kalimantan Barat dapat menyebabkan kabut lintas batas berulang di negara kita. Pembakaran terbuka di negara kita juga dapat memperburuk situasi kabut asap, ”katanya.

Dia menambahkan bahwa sementara kabut di pantai barat semenanjung dan Sarawak barat beberapa hari yang lalu adalah karena kebakaran di Indonesia, pembakaran terbuka lokal adalah penyebab kabut di Pahang dan Terengganu selatan.

Halaman
12
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved