Berita Belitung

BKPRMI Kabupaten Belitung Ambil Sikap Tolak Beroperasi X-BAR

BKPRMI mengambil sikap untuk menolak keberadaan Extreme-BAR (X-BAR) yang beralamatkan di Jalan Jenderal Sudirman

BKPRMI Kabupaten Belitung Ambil Sikap Tolak Beroperasi X-BAR
Ist/dok pribadi
Sumantri 

POSBELITUNG.CO-- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunokasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Belitung, Kamis (8/8/2019) sudah mengambil sikap untuk menolak keberadaan Extreme-BAR (X-BAR) yang beralamatkan di Jalan Patimura, Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Penolakan tersebut disampaikan oleh mereka, mengingat X-BAR sudah melakukan soft launching, Rabu (7/8/2019) tadi malam. Soft louching yang terkesan memaksa itu, dinilai tidak lagi mengikuti peraturan maupun kearifan lokal yang ada di Kabupaten Belitung.

Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Belitung Sumantri mengatakan, soft launching X-BAR itu, terkesan memaksakan agar tempat hiburan malam tersebut beroperasi. Padahal sudah jelas sejak awal muncul X-BAR ini, masyarakat melakukan penolakan. Namun yang sangat di sayangkan, pemerintah daerah andil untuk meresmikan X-BAR tersebut.

"Kami bukan anti terhadap investasi, tapi investasi seperti apa dulu, sudah banyak tempat maksiat merusak moral masyarakat Belitung, jangan di tambah lagi," tegas Sumantri kepada Posbelitung.co, Kamis (8/8/2019).

Sumantri mengatakan, bahwa lokasi berdirinya X-Bar tersebut sangat dekat dengan tiga tempat Ibadah umat muslim. Ia menilai, tentu perihal tersebut sangat tidak etis dan seperti ada kesan 'mengolok-ngolok' rumah ibadah umat muslim.

"Belum lagi di dekat situ ada sarana pendidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN), taman kanak - kanak Aqila. Nah itu harus jadi bahan pertimbangan, untuk memberikan izin terhadap tempat hiburan itu karena berada di tengah-tengah rumah ibadah dan sarana pendidikan," ujarnya.

Menurut Sumantri, BKPRMI sekarang ini tengah sibuk, dan berusaha membenahi mental dan aklak generasi muda. Sedangkan Pemerintah Daerah sudah memberi celah untuk bertambahnya tempat hiburan malam di Kabupaten Belitung.

"Saat kami BKPRMI berusaha membenahi mental generasi muda, pemerintah terkesan memberikan peluang untuk itu. Coba dipikir apa jadi nya nanti, ini sangat aneh sekali," jelasnya.

Selain BKPRMI, Hendra Pramono (Een) sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung terpilih mengatakan tidak setuju dengan adanya tempat hiburan malam tersebut, lantaran house musik sangat identik dengan narkoba.

"Saya tidak setuju dengan konsep tempat hiburan malam seperti diskotik, karena kuat dugaan dimana ada diskotik disitu ada peredaran narkoba," kata Een.

Menurut Een masih banyak cara pemerintah untuk meningkatkan PAD, selain menerbitkan izin X-Bar, salah satunya bagaimana berjuang bersama-sama supaya tiket pesawat turun.

"Sebelum ada X-Bar sudah sangat booming pariwisata Belitung, hari ini pariwisata sudah agak sepi karena harga tiket pesawat terlalu tinggi, tanpa X-Bar wisata Belitung sudah terkenal," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved