Berita Belitung

LPOM Belitung: Terasi yang Mengandung Pewarna Tekstil Rhodamin B Tidak Punya Merk

LPOM Kabupaten Belitung, tidak bisa memastikan terasi yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B milik produksi siapa

LPOM Belitung: Terasi yang Mengandung Pewarna Tekstil Rhodamin B Tidak Punya Merk
Pos Belitung/Disa Aryandi
LPOM Kabupaten Belitung, Rabu (24/7/2019) ketika mengambil sampel bahan makanan di Pasar Tanjungpandan. 

"Tapi orang tahunya terasi saja, dan itu bukan punya kami, bukan terasi Belitung. Nah kami yang tidak mengetahui apa - apa menjadi terikut. Kemarin saya pernah ke LPOM, dan ternyata itu bukan produk Belitung," ungkap pemilik usaha terasi ANT tikar Hardianto kepada Posbelitung.co, Jumat (9/8/2019).

Warga Jalan Suka Tani, Desa Batu Itam, Kecamatan Sijuk tersebut, tidak mengetahui secara detail produk yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B tersebut. Namun untuk yang di produksi oleh Hardianto, menggunakan karong sumput atau ayaman tikar.

"Nah akibat dari berita itu, dampak nya tokoh oleh-oleh yang biasa tempat kami menitipkan dagangan kami, mengklaim, dan di Belitung Timur itu barang kami tidak dikeluarkan oleh toko oleh-oleh," keluhnya.

Sebelum adanya temuan terasi di Pasar Tanjungpandan tersebut mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, produksi Hardianto mencapai 70 kilogram (Kg) setiap hari. Namun sejak adanya temuan tersebut, sehari produksi hanya sekitar 30 Kg.

"Pernah juga kami beberapa hari tidak kerja, karena ada komplain dari pihak leseler - leseler. Terasi kami ini sudah banyak menyebar kemana-mana, tokoh oleh-oleh, lewat leseler, termasuk ke lokal-lokal Belitung," jelasnya.

Terasi ANT Tikar Sudah Diproduksi Sejak 1996, Tersertifikasi Halal dan Bebas dari Pewarna Rhodamin B

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 85 item sampel bahan pangan di Pasar Tanjungpandan, Rabu (24/7/2019) diambil oleh Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (LPOM) Kabupaten Belitung. Petugas LPOM tersebut mengambil sampel bahan pangan ini, bersama dengan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung.

Sampel tersebut satu persatu terlebih dahulu dibeli lalu dikumpulkan oleh petugas LPOM Kabupaten Belitung. Mulai dari makanan basah seperti ikan, daging sapi, daging ayam, makanan kering seperti roti, kue-kue'an serta olahan seperti bumbu dapur yang sudah jadi, terasi maupun mie.

"Kami hanya di pasar tradisional ini, kalau pasar berehun dan pasar lain nya belum mengambil sampel. Semua ada 85 item sampel yang kami ambil," kata Pengawas Formasi dan Makanan LPOM Kabupaten Belitung Diah kepada Pos Belitung, Rabu (24/7).

Kemasan produk terasi milik Hardianto ketika sedang dalam tahap pemasaran.
Kemasan produk terasi milik Hardianto ketika sedang dalam tahap pemasaran. (Ist/dok pribadi Hardianto)

Sampel-sampel itu, langsung dibawa oleh petugas ke kantor LPOM untuk dilakukan uji sampel dengan menggunakan alat pengujian. Pengujian sampel bahan pangan ini, sudah dua hari dilakukan dan dari hasil pengujian kemarin terdapat dua sampel yang ditemukan menggunakan pewarna tekstil.

Halaman
123
Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved