Berita Belitung

Mahasiswa dan Pelajar Nilai Seperti Ini Terhadap Beroperasi X-BAR

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Akademi Manajemen Belitung (BEM AMB) M Ikhsan, angkat bicara terhadap launching tempat hiburan malam X-Bar

Mahasiswa dan Pelajar Nilai Seperti Ini Terhadap Beroperasi X-BAR
Ist/dok pribadi Ikhsan
Ikhsan. 

"Agar terciptanya tatanan kehidupan masyarakat, yang aman, damai dan sejahtera. Jika selama ini opini yang digiring adalah pembangunan pariwisata atau mempromosikan pariwisata dan investasi. Saya rasa ini terlalu naif/polos, tidak subtansi. Karena masih banyak alternatif yang lain kalau berbicara pariwisata, contohnya pembenahan pariwisata dari hulu ke hilir yang berbasis budaya dan kearifan lokal, misalkan optimalisasi potensi setiap desa seperti agrikultural, ekowisata dan pemanfaatan produk kreatif unggulan tradisional dari masyarakat untuk di promosikan dan di perdagangkan," jelasnya.

Tentunya, lanjut dia, sektor-sektor tersebut merupakan sektor real yang kini memiliki potensi yang sangat besar, apabila berbicara pariwisata dan manfaat untuk masyarakat.

"Kalau disisi hiburan bisa saja lewat budaya, kesenian yang rutin di pertontonkan serta yang lainnya yang sesuai karakteristik dan jati diri, martabat Belitung, tanpa meniru budaya asing seperti tempat hiburan malam x-bar ini. Memang sebelumnya sudah ada tempat hiburan malam sejenis ini di Belitung tapi tolong pemerintah minimalisir, jangan di perbanyak lagi," bebernya.

Bupati Belitung : Kami Belum Keluarkan Izin

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) memberi penjelasan terhadap maksud rekomendasi untuk soft launching Extreme - Bar (X-BAR) yang beralamatkan di Jalan Patimurah, Kelurahan Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung.

Ia mengatakan, untuk soft launching tersebut hanya merupakan seremonial belakang, dan tidak ada maksud untuk memberikan izin operasional.

Untuk izin X-BAR tersebut, manajemen X-BAR tetap harus sesuai dengan prosedur yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung. Diantaranya, harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat Belitung, yang memang menjadi salah satu syarat utama.

"Kemarin mereka pernah menghadap saya, mau soft launching, ya kalau hanya soft launching silahkan. Tapi semua saya kembalikan ke masyarakat untuk beroperasi atau tidaknya mereka. Kalau masyarakat setuju silahkan jalan, kalau menolak ya mau tidak mau," jelas Sanem kepada Posbelitung.co, Kamis (8/8/2019).

Soft launching itu, lanjut Sanem, sebagai bentuk percobaan beroperasi X-BAR. Namun untuk beroperasi nya X-BAR ini tentu belum bisa dilakukan, mengingat perizinan yang dimiliki oleh mereka hingga sekarang belum ada.

"Yang jelas izin nya secara resmi belum ada saya keluarkan, saya ingin melihat masyarakat menolak atau tidak ada. Jadi saya persilahkan soft launching ini, bukan berarti mereka sudah legal atau tidak, tapi istilahnya baru percobaan,"  tegas Sanem.

Halaman
123
Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved