Berita Belitung

Pelaku Usaha Mengeluh Alami Kerugian, Imbas Temuan LPOM Terasi di Belitung Mengandung Rhodamin B

Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (LPOM) Kabupaten Belitung sebelumnya sempat mendapati terasi di Tanjungpandan

Pelaku Usaha Mengeluh Alami Kerugian, Imbas Temuan LPOM Terasi di Belitung Mengandung Rhodamin B
Ist/dok pribadi Hardianto
Terasi Hardianto ketika sedang di jemur. 

POSBELITUNG.CO-- Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (LPOM) Kabupaten Belitung sebelumnya sempat mendapati terasi di Tanjungpandan, Belitung mengandung pewarna tekstil Rhodamin B.   

Penggunaan pewarna ini diketahui oleh petugas usai melakukan pengujian sampel terhadap produk makanan.

Adanya temuan tersebut, ternyata membuat pelaku usaha terasi lainnya mengalami kerugian. Terasi bermerk ANT Tikar, misalnya, merasa dirugikan dengan adanya informasi tersebut yang sudah tersebar keberbagai pihak.  Ini mengingat, terasi yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B tersebut bukan milik mereka.

"Tapi orang tahunya terasi saja, dan itu bukan punya kami, bukan terasi Belitung. Nah kami yang tidak mengetahui apa-apa menjadi terikut. Kemarin saya pernah ke LPOM, dan ternyata itu bukan produk Belitung," kata pemilik usaha terasi ANT tikar Hardianto kepada posbelitung.co, Jumat (9/8/2019).

Warga Jalan Suka Tani, Desa Batu Itam, Kecamatan Sijuk tersebut, tidak mengetahui secara detail produk yang mengandung pewarna tekstil Rhodamin B tersebut. Namun untuk yang di produksi oleh Hardianto, menggunakan karung sumput atau anyaman tikar.

"Nah akibat dari berita itu, dampaknya toko  oleh-oleh yang biasa tempat kami menitipkan dagangan kami, mengklaim, dan di Belitung Timur itu barang kami tidak dikeluarkan oleh toko oleh-oleh," keluh Hardianto.

Sebelum adanya temuan terasi di Pasar Tanjungpandan tersebut mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, produksi Hardianto mencapai 70 kilogram (kg) setiap hari. Namun sejak adanya temuan tersebut, sehari produksi hanya sekitar 30 kilogram.

"Pernah juga kami beberapa hari tidak kerja, karena ada komplain dari pihak reseller - reseller. Terasi kami ini sudah banyak menyebar kemana-mana, toko oleh-oleh, lewat reseller, termasuk ke lokal-lokal Belitung," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 85 item sampel bahan pangan di Pasar Tanjungpandan, Rabu (24/7/2019) diambil oleh Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (LPOM) Kabupaten Belitung.

Petugas LPOM tersebut mengambil sampel bahan pangan ini, bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved