Ini Panduan Lengkap dan Doa Sembelih Kurban Idul Adha 2019

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2019, umat muslim mulai mencari hewan kurban untuk disembelih.

Ini Panduan Lengkap dan Doa Sembelih Kurban Idul Adha 2019
Bangka Pos/Muhammad Rizki
Hewan kurban sapi yang dijajakan di Sapi Center. 

Kepala Dispertan Kota Salatiga Mustain Soeradi mengatakan, secara sunnah agama disarankan menyembelih hewan berjenis kelamin jantan.

Meski demikian tidak ada larangan menyembelih hewan betina.

"Hanya saja pemerintah juga membuat ketentuan larangan itu di antaranya menyembelih hewan berjenis betina produktif untuk kurban. Kalau betina tidak produktif silakan, tetapi harus ada surat keterangan dari dokter hewan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (1/8/2019).

Menurut Mustain, untuk membedakan hewan betina produktif atau tidak ialah dengan melihat siklus yang ada minimal telah beranak sebanyak lima kali.

Karena dalam kurban diperbolehkan menyembelih hewan betina, ukurannya harus beranak lima kali.

Ia menambahkan, tujuan aturan tersebut diterapkan sesuai program pemerintah, agar tidak mengurangi populasi hewan.

Apabila hewan betina produktif berkurang dikhawatirkan produksi kebutuhan masyarakat akan daging tidak mencukupi.

 

"Hanya saja terkadang masyarakat menyembelih di lokasi masing-masing sehingga tidak seluruhnya terpantau. Sementara dari Dispertan Salatiga yang memantau atau memeriksa jumlahnya terbatas,” katanya.

Dikatakan Mustain, dalam pantaun hewan kurban itu, Dispertan Salatiga sudah membentuk tim khusus yang terdiri dari sepuluh personil yang disebar pada semua wilayah untuk memantau sekaligus memeriksa kondisi hewan kurban.

Dia mengimbau kepada para takmir atau panitia penyembelihan di masjid agar melaporkan hewan kurban yang akan disembelih ke Dinas Pertanian.

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved