Radio HT KM Rezeki Penuh I Diduga Dimatikan, Begini Kata AKB Asdi

KM Melinda rute pelayaran dari Kendawang, Kalimantan Barat, sempat tiga kali menghubungi KM Rezeki Penuh I melalui radio HT

Radio HT KM Rezeki Penuh I Diduga Dimatikan, Begini Kata AKB Asdi
Pos Belitung/Disa Aryandi
ABK KM Rezeki Penuh I ketika tiba di Pelabuhan Tanjungpandan, Belitung, Sabtu (10/8/2019) 

Radio HT KM Rezeki Penuh I Diduga Dimatikan, Begini Kata AKB Asdi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - KM Melinda rute pelayaran dari Kendawang, Kalimantan Barat, sempat tiga kali menghubungi KM Rezeki Penuh I melalui radio HT, sebelum terjadi kecelakaan pelayaran di perairan Pulau Mendanau, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun hubungan melalui radio HT tersebut tidak ada jawaban dari KM Rezeki Penuh I.

Ketika itu pengemudi kapal KM Rezeki Penuh I ini adalah Roni (43) warga Jakarta.

Namun selang berapa lama, Capt kapal tersebut sedang mules dan ini buang air besar, sehingga digantikan oleh Asdi (34) warga Demak, Jawa Tengah. Sedangkan untuk sembilan ABK lainnya saat kejadian, dalam kondisi tidur di kapal tersebut.

"Radio HT waktu itu dalam kondisi mati, yang matikan radio ya capt. Tidak tau kapan dia mematikan, saya cuma menggantikan sebentar saja," ucap ABK KM Rezeki Penuh I Asdi kepada posbelitung.co, sabtu (10/8/2019).

Asdi melihat secara jelas ada kapal berukuran besar berada di depan pelayaran mereka, saat itu KM Melinda sudah menyorotkan lampu kuning kelap kelip ke arah kapal mereka.

"Tapi karena sudah terlalu dekat, jadi tidak bisa mengelak lagi, dan kami sempat manufer ke kiri, habis itu langsung tertabrak. Kapal kami menabrak lampung KM Melinda itu, bagian depan terangkap dan saya langsung lompat ke laut, kapal kami ini langsung terbalik," jelasnya.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved