Berita Belitung

Buang Sampah Sembarangan Terancam Sanksi Denda Rp 50 Juta dan Tiga Bulan Kurungan

Sampah berserakan di sekitar bundaran Batu Satam, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin(12/8/2019) malam

Buang Sampah Sembarangan Terancam Sanksi Denda Rp 50 Juta dan Tiga Bulan Kurungan
Posbelitung/Yuranda
Sampah berserakan di bundaran batu Satam,Tanjungpandan, Belitung, senin (12/8/2019), malam 

POSBELITUNG.CO-- Sampah berserakan di sekitar bundaran Batu Satam, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin(12/8/2019) malam usai  pawai tanglong atau pawai lentera selesai.

Namun dari pantauan Posbelitung.co, saat ini belum ada Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Belitung, yang membersihkan sampah di sekitaran bundaran batu satam.

Diduga sampah tersebut bekas dari para masyarakat yang menyaksikan pawai tanglong, sampah bekas botol air minum mineral serta bingkisan makanan yang berserakan.

Terkait peraturan Pemerintahan Kabupaten Belitung, menerapkan sanksi larangan atas membuang sampah tidak pada tempatnya. Peraturan Bupati ini disusun untuk menegakkan peraturan daerah (perda) yang telah terlebih dahulu, dan di tetapkan Kabupaten Belitung‎.

Peraturan ini akan di terapakan pada awal September dan di bulan Agustus ini akan diadakan sosialisasikan ke masyarakat  melalui struktur pemerintahan.

‎Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, mengatakan tujuan dari peraturan daerah ini, untuk menyadarkan masyarakat supaya menjaga budaya dan ketertiban membuang sampah pada tempatnya.
"Tujuannya bukan untuk pemerintah tetapi untuk kesehatan masyarakat dan kenyamanan masyarakat juga," kata Isyak Meirobi, Senin (29/7/2019) lalu. 

Ia mengatakan, jadi penerapan peraturan bupati (perbup) ini akan segera dilakukan, sistem pembelakuanya adalah melalui laporan warga maupun petugas yang di tugaskan, akan diproses seperti layaknya tilang kendaraan, kemudian akan diteruskan ke pengadilan negeri dan hukumnya, paling berat 50 juta, dan tiga bulan kurungan.

"Berapa angka denda yang akan dijatuh  oleh pengadilan negeri, semua tergantung kepada kasus tersebut, Ini bertujuan membuat shock therapy, agar Belitung semakin nyaman dan menjadi destinasi wisata dan tetap Belitung yang sehat," katanya.

Sedangkan untuk pengawasan menurutnya, akan dilakukan, pengawasan antar warga, dan petugas yang diberikan kewenangan. Nantinya ada juga pengawasan oleh perangkat yang dipasang di berbagai tempat tersembunyi seperti cctv, yang dikendalikan oleh comen Center di 2019. (Posbelitung.co/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved