Kabel Tembaga Sepanajang 40 Meter di Kolong Cadangan PDAM Belitung Dicuri

Kabel tembaga berukuran panjang 40 meter milik PDAM Kabupaten Belitung, dicuri oleh orang tidak dikenal (OTD).

Kabel Tembaga Sepanajang 40 Meter di Kolong Cadangan PDAM Belitung Dicuri
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kondisi kolong PDAM di Air Serkuk, Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, rabu (14/8/2019) 

Kabel Tembaga Sepanajang 40 Meter di Kolong Cadangan PDAM Belitung Dicuri

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabel tembaga berukuran panjang 40 meter milik PDAM Kabupaten Belitung, dicuri oleh orang tidak dikenal (OTD).

Kabel tersebut berfungsi untuk mengaliri arus listrik ke mesin pengisap yang ada di kolong cadangan Air Serkuk, Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Kabel listrik berukuran besar itu, diketahui sudah di curi sekitar dua pekan lalu.

Ketika itu petugas PDAM ingin melakukan uji coba terhadap pendistribusian sumber air baku tersebut, lantaran sudah lama tidak dihidupkan.

"Tau nya waktu uji coba. Panjang kabel yang di curi itu 40 meter, dan itu sampai ke pintu intek mesin PDAM terbuka, padahal pintu itu di gembok," kata Direktur PDAM Kabupaten Belitung Erwinta kepada posbelitung.co, rabu (14/8/2019).

Posisi kabel yang dicuri tersebut berada di dalam tanah dan PDAM sudah membuat laporan terkait pencurian tersebut ke Polsek Tanjungpandan beberapa waktu lalu.

"Kami sudah buat laporan polisi nya. Padahal sewaktu kondisi sekarang, kolong cadangan ini akan di operasionalkan untuk masyarakat. Sekarang belum kami perbaiki, karena masih menunggu biaya dulu, itu nanti mau di sambung ulang," ungkapnya.

Kabel di bawah tanah itu, menurut Erwinta, memang sedikit mengalami kendala ketika terjadi peristiwa seperti ini.

Sehingga untuk kedepan mereka sudah berencana, agar kabel tersebut dari aliran listrik utama menggunakan tiang listrik.

"Tapi memang cukup jauh, dan kalau pakai tiang agak mudah kalau ada kabel putus seperti ini, rencana kami seperti itu, tapi sekarang belum ada dana nya, menunggu dana dulu karena itu uang nya tidak sedikit," jelasnya.

Air kolong cadangan tersebut, hingga kini belum pernah dipergunakan dan selama ini baru sebatas dilakukan percobaan - percobaan tersebut.

Apabila di operasionalkan, sangat memungkinkan untuk masyarakat di Desa Perumnas, dan wilayah Air Serkuk tersebut.

"Kalau dalam kondisi sekarang, di tambah kolong cadangan ini sampai bulan Desember pelanggan PDAM tetap akan normal. Tapi kalau hanya mengandalkan dua kolong lainnya, maka selang seling untuk mendistribusikan sumber air baku, misalkan sehari di Kota, sehari di Perumnas, jadi bergantian," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved