Berita Belitung

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sosialisasi Analisis Pengetahuan Tradisional Muatan Lokal

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung sudah dituntut masyarakat untuk menerapkan bahasa Belitung di sekolah-sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sosialisasi Analisis Pengetahuan Tradisional Muatan Lokal
posbelitung.co/Yuranda
Pemukulan gong oleh Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Christyani Ariani, didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Bangka Belitung, Adi Zahriadi, dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Paryanta, menandakan kegiatan sosialisasi ini di buka, di Ballroom Hotel BW Suite Belitung, Rabu (14/8/2019) malam pukul 20.00 WIB. 

Dengan adanya kegiatan sosialisasi analisis konteks pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya Tradisional berbasis muatan lokal dapat menyaring budaya dari luar (budaya barat-red) dan memperkenalkan budaya tradisional daerah sendiri. 

"Kita tidak perlu memperkenalkan budaya dari luar kepada peserta didik di sekolah karena daerah kita sendiri mempunyai kekayaan budaya yang sangat luar biasa. Dengan syarat kita kenali terlebih dahulu kepada mereka supaya mereka tau dan nanti mereka akan bangga terhadap budayanya sendiri, " ujar Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Christyani Arian

Lanjutnya, ini merupakan salah satu cara untuk menyaring budaya luar. Ia juga mengatakan dengan perkembangan zaman budaya luar akan terus berkembang.

Sejak tahun 2013, pihaknya juga berkerja sama dengan penulis lokal dan budayawan, untuk membuat buku konteks pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional, dari 34 provinsi se Indonesia, dan mereka telah mempunyai 18 buku.

"Sekarang mensosialisasikannya kepada peserta kegiatani, dimulai Rabu(14/8/2019) malam, sampai dengan hari jumat (16/8/2019) mendatang, dan peserta ini dibekali oleh narasumber dari kementerian pendidikan dan kebudayaan," katanya.

Christyani Ariani, berharap sosialisasi ini tidak hanya berhenti sampai sosialisasi saja, ia juga akan menekankan untuk analisa konteks ini diterjemahkan lagi agar masuk dalam pelajaran muatan lokal ke semua tingkatan sekolah se Indonesia.

"Nanti saya sangat menekankan, agar masuk muatan lokal ke semua tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sekolah se Indonesia‎. Karena buku ini ditulis oleh penulis lokal, harapan kami mereka lebih mengetahui, karya budaya dan kebudayaan yang secara umum dimiliki oleh masing-masing daerah," katanya.

(posbelitung.co/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved