Berita Belitung

Ironis Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Belitung

Ironis beberapa kursi kosong di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Belitung, pada sidang paripurna mendengarkan pidato kenegaraan

Ironis Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Belitung
Posbelitung/Disa Aryandi
Kegiatan rapat paripurna, Jumat (16/8/2019) di DPRD Kabupaten Belitung dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia. 

POSBELITUNG.CO-- Ironis beberapa kursi kosong di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Belitung, pada sidang paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Republik Indonesia, Jumat (16/8/2019). Kursi kosong itu, seharusnya diisi oleh lembaga legislatif atau anggota DPRD Kabupaten Belitung.

Namun tidak lengkapnya Anggota DPRD Kabupaten Belitung mengikuti rangkaian rapat paripurna tersebut, sedikit dimaklumi oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani.

Ia mengatakan, secara keseluruhan anggota DPRD yang hadir pada pelaksanaan rapat paripurna ini hanya 18 orang dari 25 jumlah anggota DPRD Kabupaten Belitung.

"Tapi itu tetap meriah, walaupun tidak lengkap. Tapi hitungannya tetap kuorum, karena istilahnya paripurna agenda mendengarkan pidato kenegaraan ini ada aturan nya dalam protab negara," ucap Taufik kepada Posbelitung.co, Jumat (16/8/2019).

Tentunya ada sebagian anggota DPRD yang tidak hadir, lanjut dia, merupakan tahap perjuangan bagi Ketua DPRD Kabupaten Belitung.

"Artinya paripurna terpenting kuorum dulu, dan kami memaklumi dengan kondisi kawan-kawan dengan segala persiapan, dan kesibukan menjelang akhir masa jabatan," ujarnya.

Taufik Rizani mengatakan pada usia Republik Indonesia ke 74 tahun ini, seluruh element masyarakat harus kembali kepada sejarah. Artinya seluruh perjuangan dan kemerdekaan ini harus dirasakan oleh seluruh element masyarakat.

"Jadi harus kembali kepada sejarah, kemerdekaan harus di kita rasakan bersama, kemerdekaan yang kita nikmati selama ini bukan seperti menikmati telapak tangan, tapi dengan sebuah perjuangan," kata Taufik.

Menurut dia, semua elemen masyarakat saat ini, dari segi kemerdekaan harus menghirup udara bebas. Tentunya bebas dari penjajahan, dan generasi muda sebagai estafet perjuangan selanjutnya untuk melakukan pembangunan serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kemudian juga untuk meluruskan cita-cita bangsa, dari pendahulu-pedahulu kita, berkaitan dengan Indonesia ke depan, terus maju," jelasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved