Breaking News:

Berita Belitung

Perang Bukan Lawan Negara Lain, tapi Melawan Kriminal Melalui Digitalisasi dan Ancaman Terorisme.‎

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 menjadi pengalaman berharga bagi Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Posbelitung/Yuranda
Persiapan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, memasuki lapangan upacara sebagai inspektur Upacara penurunan bendera merah putih, Sabtu(17/8/2019 

POSBELITUNG.CO-- Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 menjadi pengalaman berharga bagi Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.

Pada momen ini ia menjadi Inspektur upacara penurunan Bendera merah putih untuk pertama kalinya sebagai Wakil Bupati Belitung. Sebagai inspektur dirinya merasa senang semuanya lancar.

"Kalau ada tadi salah lipat, itu karena faktor angin, dan itulah cermin dalam hidup kita tidak ada yang mulus, ada sedikit insiden itu oke dan manusiawi," kata Isyak Meirobie, setelah upacara penurunan bendera merah putih, dibubarkan, Sabtu (17/8/2019).

Namun dia menilai, semua secara umum berjalan sangat baik, dan ini tidak gampang karena ini menjadi buktikan dengan cara disiplin, kerja keras dan keteguhan hati dengan persiapan dan semua bisa sukses.‎

Sedangkan untuk tantangan ke depan, di era revolusi 4.0 tantangan semakin luas, dan komplek. Saat ini dikatanya, perangnya bukan lawan negara lain, tapi melawan kriminal yang melalui digitalisasi, ancaman terorisme melalui digitalisasi.‎

"Cara mereka masuk berbeda-beda, dengan cara merusak generasi, merubah budaya dan seterusnya, itu tantangan yang paling berat, dengan cara itu mereka bisa menguasai negara lain, kolonialisme sekarang bukan lagi kolonialisme dulu, tetapi kolonialisme digital jadi itu yang harus di waspada oleh semua umat, dan kita tidak boleh melupakan kearifan lokal," ungkap Isyak.

Dirinya juga mengatakan, kalau merdeka menurut dirinya, sebagai seorang pimpinan daerah, harus sanggup menangkap kebutuhan publik dan menerjemahkan dalam kebijakan yang berpihak kepada mereka, dan bisa diukur ke berhasilannya.

"Jadi setiap tawanya mereka itu adalah ukuran kemerdekaan, yang bisa saya maknai dan mereka juga bisa memaknai itu," pungkasnya.‎ (Posbelitung.co/Yuranda)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved