Berita Belitung

BKP Pangkalpinang Wilker Bandara H AS Hanandjoeddin Musnahkan Sayuran dan Buah

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan melakukan pemusnahan media pembawa Hama

BKP Pangkalpinang Wilker Bandara H AS Hanandjoeddin Musnahkan Sayuran dan Buah
posbelitung.co/dede s
Kepala BKP Pangkalpinang Drh Saifuddin Zuhri beserta instansi terkait melakukan pemusnahan media pembawa HPHK dan OPTK, Kamis (22/8/2019). 

POSBELITUNG.CO - Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang Wilayah Kerja Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan melakukan pemusnahan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), Kamis (22/8/2019).

Pemusnahan terseb‎ut berupa HPHK dan OPTK yang diamankan disaat petugas Karantina Pertanian melakukan pengawasan bersama tim Bea Cukai di Bandara H AS Hanandjoeddin dari penerbangan Singapura.

Balai Karantina juga mengundang instansi terkait dalam kegiatan pemusnahan yang dilakukan di halaman kantor Wilker Bandara H AS Hanandjoeddin.

"‎Jadi ini hasil pemeriksaan bersama instansi terkait bawaan penumpang dari luar negeri mulai Januari sampai penerbangan terakhir April 2019," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang Drh Saifuddin Zuhri kepada posbelitung.co.

Sementara itu, barang yang dimusnahkan berupa buah dan sayuran untuk OPTK dan HPHK berupa sosis ayam, sosis babi, daging babi, daging babi olahan, daging ayam olahan, daging sapi olahan, daging bebek olahan serta dendeng daging babi yang tidak dilengkapi dokumen karantina negara asal.

Saifudin menambahkan tindakan karantina yaitu penahanan dilakukan karena melanggar peraturan karntina Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Sementara itu, untuk tempat pemasukan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 42/Permentan/OT.140/6/2012 Tahun 2012 meliputi Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Laut Belawan Medan, Pelabuhan Laut Soekarno-Hatta Makassar dan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

"Pemerintah memang membatasi pintu masuk untuk barang-barang ini, jadi tidak boleh sembarangan. Selain empat pintu masuk itu ada juga pelabuhan kawasan perdagangan bebas," katanya.

(Posbelitung/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved