Breaking News:

Finalis Bujang-Dayang Buku Dibekali Beragam Materi, Isyak Meirobie : Akan Ada Aura Positif

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung mengadakan kegiatan pembukaan duta baca pemilihan bujang-dayang buku

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kegiatan pembukaan pemilihan bujang-dayang buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Senin (26/8/2019) 

Finalis Bujang-Dayang Buku Dibekali Beragam Materi, Isyak Meirobie : Akan Ada Aura Positif

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung mengadakan kegiatan pembukaan duta baca pemilihan bujang-dayang buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Senin (26/8/2019).

Menurut PPK acara duta baca Jon Amirul, kegiatan tersebut rutin diadakan dimana finalisnya merupakan pelajar SMA/MA.

"Ada total 50 finalis atau 25 pasang bujang dan dayang," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini pemilihan dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2019. Selama tiga hari ini para peserta dibekali beragam materi seperti kepemimpinan, literasi, perkembangan perpustakaan, budaya Belitung, dan lainnya. Barulah pada 29 Agustus nanti akan ditetapkan pemenang.

"Pengumuman di Kolong Keramik dari 25 pasang akan diambil 5 pasang menjadi kandidat final. Saat penentuan ada juri, tiga dari sini dan satu juri dari perpusnas (perpustakaan nasional) menentukan siapa yang jadi bujang-dayang buku," jelasnya.

Kegiatan Bujang-Dayang Buku ini juga tak terlepas dari adanya duta baca nasional. Menyesuaikan dengan kearifan lokal, pihaknya lalu menamakan duta baca sebagai Bujang-Dayang.

Bujang-Dayang Buku yang terpilih juga nantinya akan diajak mengikuti berbagai acara seperti hadir pada acara Gemilang Perpusnas, road show menebarkan minat baca ke SMP dan SMA, serta bertemu dengan pejabat pemerintah Kabupaten Belitung.

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan, Bujang-Dayang Buku yang terpilih nantinya agar bisa menjalankan tugas tak sekadar formalitas dan rutinitas tapi harus juga memiliki passion atau gairah. Makanya, harus dimulai membaca buku yang memang disukai sehingga dari situlah tumbuh kecintaan.

"Jadi, orang ketika diajak membaca oleh duta yang memang punya passion akan merasakan ada aura positif, ceritanya bukan formalitas basa-basi saja, tapi benar-benar lahir dari hati," ujarnya seusai menjadi pemateri pemilihan bujang-dayang buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Senin (25/8/2019).

Ia menambahkan, jika makin banyak masyarakat mau menambah wawasan dan pengetahuan dengan membaca, baik buku manual maupun e-book, berarti semakin banyak orang terdorong untuk menulis, karena kebutuhan buku membutuhkan penulis. Dengan begitu, SDM akan semakin meningkat karena literasi yang terus membaik.

Menanamkan literasi pada generasi muda yang cenderung menyukai sesuatu yang cepat dan menyenangkan seperti games, menunjukkan bahwa literasi harus dikembangkan berbasis digitalisasi seperti games. Selain itu juga melalui praktik dan permainan.

Lebih lanjut, kata Isyak, nantinya Bujang-Dayang buku akan dilibatkannya pada kegiatan Bupati dan Wakil Bupati

"Misalnya mengajak mereka ke kebun sahang (lada, red), minta mereka ngomong mengenai itu, juga ke generasi muda. Jadi mereka ada misi agar mengedukasi masyarakat melalui anak-anak ini. Bukan hanya mendorong minat baca, tapi juga mentransfer energi positif," imbuhnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Evan Saputra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved