Maulana dan Wizarati Bujang-Dayang Buku 2019

DINAS Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung mengadakan grand final dan penganugerahan Bujang-Dayang Buku di Kolong Keramik

Maulana dan Wizarati Bujang-Dayang Buku 2019 - maulana-dan-wizarati-bujang-dayang-buku-2019.jpg
ist/Maulana dan Wizarati Bujang-Dayang Buku 2019
DINAS Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung mengadakan grand final dan penganugerahan Bujang-Dayang Buku di Kolong Keramik, Kamis (29/8)
Maulana dan Wizarati Bujang-Dayang Buku 2019 - maulana-dan-wizarati-bujang-dayang-buku-2019-di-kolong-keramik.jpg
ist/Maulana dan Wizarati Bujang-Dayang Buku 2019 di kolong keramik
DINAS Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung mengadakan grand final dan penganugerahan Bujang-Dayang Buku di Kolong Keramik, Kamis (29/8)

POSBELITUNG.CO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung mengadakan grand final dan penganugerahan Bujang-Dayang Buku di Kolong Keramik, Kamis (29/8/2019).

Pada acara ini juga dibagikan piala dan hadiah bagi pemenang lomba perpustakaan desa maupun sekolah.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Belitung, Rafeli, Perwakilan Perpustakaan Nasional, Nani Suryani, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung, Rukmini dan Bambang Agus Irianto, serta tokoh masyarakat, Ratna Lely Pancawati.

Kegiatan ini pun diwarnai penampilan lima finalis Bujang-Dayang yang memasuki tahap tanya-jawab bersama dewan juri. Juga penampilan hiburan cerita rakyat, penyanyi lagu Belitung, dan tarian kreasi.

Akhirnya Maulana Hidayat dan Wizarati Awliya dinobatkan sebagai pemenang Bujang-Dayang Buku 2019.

“Harapannya mereka (pemenang) bisa menjadi kader yang baik untuk mengajak masyarakat membaca karena membaca gudang ilmu, terutama bagi generasi muda,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Rafeli, Kamis (29/8).

Apalagi Bujang-Dayang Buku sebagai cerminan generasi milenial harus juga tanggap pada perkembangan zaman. Makanya sebagai duta baca Belitung pun harus mampu menebarkan kegemaran membaca agar semakin banyak anak muda membuka wawasan tentang Indonesia.

Selanjutnya Bujang-Dayang Buku lebih riil akan lebih banyak dilibatkan pada kegiatan-kegiatan Dinas Perpustakaan seperti kampanye dan sosialisasi ke desa-desa.

“Perpustakaan harus menjadi pengubah nasib, artinya orang yang tidak tahu bisa mencari tahu dengan begitu dapat mengimplementasikan apa-apa yang dibacanya dalam kehidupan,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Perpustakaan Nasional, Nani Suryani dalam sambutannya mengatakan, sebagai penguatan di lingkungan keluarga, pendidikan maupun masyarakat, dinas terkait harus berkolaborasi agar menggaungkan kegemaran membaca menjadi budaya agar Indonesia menjadi bangsa maju, punya inovasi, cerdas, dan sejahtera melalui literasi.

Di samping itu, mengikuti perkembangan teknologi, Perpusnas dengan meluncurkan e-pusnas sehingga masyarakat membaca melalui perangkat digital. Beragam jenis informasi dan buku bisa dibaca gratis.

“Selanjutnya bujang-dayang buku akan mempromosikan program Dinas Perpustakaan dan gerakan nasional Indonesia gemar membaca. Mereka menjadi role model gerakan membaca,” katanya.

Saat ini Perpusnas banyak membuat program yang sedang dikembangkan seperti pemilihan duta baca tingkat desa, kecamatan hingga nasional. Di beberapa daerah sudah ada pemilihan serupa, disambut baik inisiatif dari daerah.

“Kami menyambut baik program ini yang bersinergi dengan program nasional. Mudah-mudahan finalis yang ikut sesuai dengan hasil penilaian dewan juri. Para finalis juga harus mempresentasikan alasan ingin menjadi Bujang-Dayang Buku, harus punya strategi apa yang dapat dilakukan, program implementatif bagi lingkungan masyarakat sekitar agar lebih memotivasi, menyentuh serta punya target capaian,” tuturnya. (adv/q2)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved