Breaking News:

Kriminalitas

ABG Curi Motor, Kapolsek Tanjungpandan Terapkan ADR untuk Pelaku Di Bawah Umur

kasus pencurian sepeda motor yang melibatkan anak di bawah umur secara musyawarah di luar persidangan atau alternative dispute resolution (ADR).

Posbelitung.com/Dede Suhendar
Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko SH menyelesaikan kasus curanmor, Selasa (3/9/2019). posbelitung.co/dede s (PO: wajah pelaku tolong diedit ya karena di bawah umur 

POSBELITUNG.CO-- ‎Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko mengatakan untuk menyelesaikan kasus pencurian sepeda motor yang melibatkan anak di bawah umur dilakukan secara musyawarah di luar persidangan atau alternative dispute resolution (ADR).

Ia mengatakan pelaku berinisial AG berusia 13 tahun, sebenarnya berstatus tahanan JPU Beltim dengan kasus yang sama, namun tidak dilakukan penahanan.

"Sudah kami selesaikan secara musyawarah di luar persidangan sesuai ketentuan atau ADR. Kami juga sudah berkoordinasi dengan JPU Kejari Beltim dan pelaku ini sudah dijemput," jelas Agus kepada posbelitung.co, Selasa (3/9/2019).

‎Ia menjelaskan, kejadian bermula saat Suryati mendatangi Maposek Tanjungpandan bersama pelaku AG pada Minggu (1/9/2019) kemarin.

Dikarenakan AG sempat mencuri motor Yamaha NMAX miliknya yang terparkir di area Pasar Tanjungpandan dengan kunci masih menempel di kontak.

Menurut Agus, pelaku nekat mengambil motor korban setelah motor Honda Vario putih yang dikendarainya dari Manggar, Kabupaten Beltim terjerat razia Operasi Patuh Menumbing 2019 dan diamankan Satlantas Polres Belitung.

"Jadi motor Vario Putih ini sebenarnya motor ibu angkatnya yang dibawa. Terus kena razia, motor ditahan, pelaku ini nyuri lagi motor di Pasar Ikan Tanjungpandan," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Agus mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraan. Terutama tidak meninggalkan kunci di kontak motor.

Selain itu, selalu melakukan pengecekan terhadap keamanan rumah masing-masing seperti mengunci pintu serta jendela sebelum tidur atau saat meninggalkan rumah.

Dia juga mengimbau, mengaktifkan kembali siskamling dan menghidupkan kembai pos ronda di masing-masing desa.

"Kalau masyarakat menjadi korban tindak pidana segera melaporkan ke polisi dan jangan langsung men-share ke media sosial," kata Agus. (Posbelitung.com/Dede Suhendar) 

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved