Penjelasan Managemen GoJek Soal Pemotongan Bonus Hingga Ratusan Gojek Belitung Nonaktifkan Aplikasi

Teuku Parvinanda, Head of Regional Corporate Affairs Gojek mengatakan, ada nya kebijakan baru tersebut, sebagai bentuk mendukung pelaksanaan Peraturan

Penjelasan Managemen GoJek Soal Pemotongan Bonus Hingga Ratusan Gojek Belitung Nonaktifkan Aplikasi
Dok Pribadi Teuku Parvinanda
Head of Regional Corporate Affairs GOJEK Wilayah Sumatera, Teuku Parvinanda. 

Penjelasan Managemen GoJek Soal Pemotongan Bonus Hingga Ratusan Gojek Belitung Nonaktifkan Aplikasi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Managemen GoJek Indonesia, Rabu (4/9/2019) secara langsung memberikan penjelasan tentang ratusan driver GoJek di Kabupaten Belitung sejak tiga hari belakangan melakukan aksi penonaktifan aplikasi.

Aksi yang dilakukan oleh ratusan ojek online itu sebagai bentuk protes, lantaran bonus untuk 20 point kini sudah di potong menjadi 50 persen. Sehingga membuat pendapatan para driver GoJek menjadi berkurang dari sebelumnya.

Teuku Parvinanda, Head of Regional Corporate Affairs Gojek mengatakan, ada nya kebijakan baru tersebut, sebagai bentuk mendukung pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019, tarif dasar dan tarif minimum GoRide telah ditingkatkan.

"Seiring dengan meningkatnya pendapatan organik mitra driver dari tarif, maka penyesuaian insentif perlu dilakukan agar Gojek dapat terus menjaga permintaan order dan keberlangsungan ekosistem Gojek," kata dia kepada posbelitung.co, rabu (4/9/2019) malam.

Kata dia, penyesuaian skema insentif juga kami lakukan, agar Gojek dapat terus melakukan berbagai inovasi. Terutama dalam perbaikan sistem, standar pelayanan maupun mendorong berbagai kegiatan promosi. Itu harus dilakukan, agar Gojek tetap menjadi platform pilihan konsumen sehingga dapat memastikan keberlangsungan pendapatan Mitra secara jangka panjang.

"Fokus kami pada kesejahteraan mitra tidak hanya terbatas pada tarif dan insentif. Sejak awal, Gojek telah memiliki ragam inisiatif yang menjadikan mitra driver, kami terdepan dalam kualitas pelayanan sehingga terus menjadi pilihan pelanggan. Kami mempelopori pelatihan pengembangan skill dan pengetahuan (BBM), akses untuk pengelolaan keuangan (Gojek Swadaya), hingga pemutakhiran super-app mitra driver Gojek," jelasnya.

Mitra pengemudi, lanjut dia, memegang peranan penting dalam perkembangan ekosistem Gojek di manapun, sehingga beroperasi GoJek selalu terbuka menyambut aspirasi mitra driver, dan menghargai masukan-masukan yang dapat membuat Gojek menjadi semakin baik.

"Dalam komunikasi kami dengan mitra kami se-nusantara, kami selalu membuka ruang diskusi dua arah antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar Mitra GO-JEK. Dimana mitra secara langsung dapat menyampaikan aspirasi, dan masukan mereka," bebernya.

Kopdar, merupakan sebuah agenda rutin di seluruh kota operasional Gojek termasuk Belitung. Mereka menyayangkan berlangsung nya aksi demo yang terjadi di Belitung, padahal diskusi melalui kopdar telah dilakukan dengan pihak mitra di Belitung sejak beberapa waktu lalu.

"Semangat kami dari pertama kali beroperasi di Belitung sampai dengan sekarang masih tetap sama, yaitu agar melalui teknologi yang kami kembangkan seluruh mitra dapat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved