Berita Belitung

Terkait Pengaduan Manajemen X-Bar Mengenai Ujaran Kebencian, Polres Belitung Lakukan Penyelidikan

Manajemen Extreme Bar (X-Bar) belum melakukan laporan resmi ke Polres Belitung terkait dugaan ujaran kebencian.

Terkait Pengaduan Manajemen X-Bar Mengenai Ujaran Kebencian, Polres Belitung Lakukan Penyelidikan
Istimewa
MUI Kabupaten Belitung meninjau lokasi rencana beroperasi X-BAR di Jalan Patimurah, Kelurahan Tanjung Pendam 

POSBELITUNG.CO-- Satuan Reskrim Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan manajemen Extreme Bar (X-Bar) belum melakukan laporan resmi ke Polres Belitung terkait dugaan ujaran kebencian.

Menurutnya laporan yang dimaksud baru sekedar pengaduan dan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Baru pengaduan saja bukan laporan polisi resmi, masih proses penyelidikan lah," kata Erwan kepada posbelitung.co, Minggu (8/9/2019).

Sebelumnya, manajemen X-Bar mengklaim telah melaporkan seorang pengguna akun facebook yang bernama Zainuddin Sang Pengupi atas dugaan ujaran kebencian terhadap perusahaan yang dibangunnya di Kabupaten Belitung sejak satu tahun yang lalu.

Melalui sebuah postingan di Forum Komunikasi Masyarakat Belitung (FKMB). Dugaan ujaran kebencian yang menyudutkan usahanya dengan menggunakan kata maksiat, ini dalam bentuk selebaran yang bertuliskan Seruan Aksi Tolak!! X-BAR Belitung pada Jum'at (9/8/2019) lalu

“Postingan tersebut membuat kami management X-BAR yang ada di Belitung merasa resah,” kata management x-bar, Edy Sutono.

"Dipertegas, kalau kami manajemen X-Bar satu satunya tempat wisata malam yang sama sekali tidak menyediakan LC atau wanita pemandu maupun wanita penghibur itu bisa dibuktikan dengan Keberadaan X-Bar di Pangkalpinang dan Bangka Induk (Sungailiat).

Terus dari mana datangnya, maksiat?," kata Edi Sutono dengan nada tinggi.

Edy Sutono, tersinggung dengan postingan dan selebaran tersebut karena dianggap mendiskreditkan usaha yang Ia bangun sejak satu tahun terakhir, dianggap sebagai tempat maksiat dan hal yang lain.

“Demi keadilan, kami melaporkan yang bersangkutan ke Polres Belitung, tembusan Polda Kepulauan Bangka Belitung,” tegas Edy Sutono.

Kuasa Hukum X-BAR, Ferdi Hermawan mengatakan, upaya hukum akan terus dilakukan karena terlapor dinilai melanggar Pasal 156 KUHP jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara. (Bangkapos.com/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved