Berita Belitung

Fesyen Belitung Alami Perkembangan, Banyak Desainer Eksplorasi Tekstil

Desainer Fesyen Inas Nabilla mengatakan pengrajin tekstil dan desainer fesyen Belitung mengalami perkembangan yang sangat bagus.

Fesyen Belitung Alami Perkembangan, Banyak Desainer Eksplorasi Tekstil
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Fashion Designer IKKON Belitung Inas Nabilla saat memberikan workshop tentang fashion di Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Senin (9/9/2019). 

POSBELITUNG.CO-- Desainer Fesyen Inas Nabilla menilai pengrajin tekstil dan desainer fesyen Belitung mengalami perkembangan yang sangat bagus. 

Hal ini terlihat dari semakin banyaknya peserta lomba fashion design pada Pekan Ekonomi Kreatif yang diusung Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung.

"Saya tahun lalu jadi juri progresnya cukup jauh berkembang, dari tahun lalu peserta sekitar enam, tapi sekarang sudah dua kali lipatnya," ujarnya seusai memberikan workshop fashion, Senin (9/9/2019).

Wanita yang juga Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Kabupaten Belitung 2018 ini juga menjelaskan bahwa dari hasil karya yang ditampilkan pun berbeda karena semakin banyak peserta yang mengeksplorasi tekstil tambahan. Misalnya ada yang membuat batik sendiri atau ada yang beli kain biasa tapi diaplikasikan lagi sehingga memberikan nilai tambah.

"Kalau tahun lalu belum ada yang eksplor tekstil. Pemilihan baju juga banyak yang menarik, dari potongan-potongannya banyak yang menarik, jadi bikin potongan ber-layer jadi (peserta, red) berusaha memvisualisasikan tema begawai atau baju pesta dengan baik," jelas Inas.

Di samping itu, ia mengatakan bahwa batik Belitung banyak mengangkat motif dari visualisasi objek yang dilihat seperti keremunting, gambus, tarsius, dan lainnya.

Menurutnya, ini menjadi sesuatu yang baik sebagai bentuk identitas, namun tetap perlu dikembangkan motif yang lebih beragam agar bisa menyentuh pasar kontemporer yang lebih luas. Misalnya seperti tahun lalu, ia bersama tim IKKON beserta pelaku usaha kreatif batik mengeksplor batik motif brush atau kuas.

"Jadi sarannya jangan berfokus ke market lokal, tapi haru ada visi agar dipakai orang luar. Jadi inspirasi dan identitas tetap Belitung tapi mengemasnya dengan kacamata market agar diterima lebih luas," tutur Inas. (Posbelitung.co/Adelina)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved