Berita Belitung

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Sayangkan Adanya Pembabatan Mangrove Besar-besaran di Desa Pegantungan

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani menyayangkan adanya kejadian pengrusakan mangrove berskala besar di RT 06/03 Dusun Gunung Tiong

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Sayangkan Adanya Pembabatan Mangrove Besar-besaran di Desa Pegantungan
Posbelitung.com/Disa Aryandi
Taufik Rizani 

POSBELITUNG.CO-- Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani  menyayangkan adanya kejadian pengrusakan mangrove berskala besar di RT 06/03 Dusun Gunung Tiong, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

Padahal hutan mangrove tersebut, sudah memiliki usia yang sangat lama dan bisa terlihat dari ukuran pohon mangrove ini.

"Itu yang kami sesalkan, padahal mangrove ini merupakan sesuatu yang penting dikehidupan manusia. Apalagi sekarang ini Belitung sedang berbicara kelestarian lingkungan, tahunya di Desa Pengantungan ada pengrusakan mangrove," kata Taufik kepada posbelitung.co, senin (9/9/2019).

Terdapat belasan hektar hutan mangrove, kini sudah dibabat. Rencana dari seorang penanggung jawab di lapangan area mangrove ini, kawasan tersebut akan disulap menjadi daerah wisata.

"Terlepas itu mau dijadikan area wisata, tapi prosedur harus di lewati dulu, apalagi pembabatan hutan mangrove ini bukan sedikit, tapi banyak," tegas Taufik.

Bupati Belitung Instruksikan Diproses

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) memberikan instruksi, agar pengrusakan mangrove di RT 06/03 Dusun Gunung Tiong, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung agar diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Namun proses itu harus dilakukan, apabila izin terhadap pembabatan hutan mangrove tersebut tidak ada. Walaupun rencana area hutan mangrove tersebut nantinya akan dibuat tempat wisata.

"Kalau memang tidak jelas izin segala macam, ya itu harus di proses dan instruksi saya seperti itu. Walaupun itu dijadikan kawasan wisata, dan tidak ada izin apa apa kalau saya melihat," ungkap Sanem kepada posbelitung.co, Senin (9/9/2019).

Sebelumnya, Jumat pekan lalu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, UPT Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung wilayah Kabupaten Belitung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Camat Badau dan Desa Pegantungan serta Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) melakukan penunjauan terhadap objek tersebut.

Tim Gabungan tersebut meninjau lokasi ini, setelah mendapat laporan dari Gapabel melalui program besadu milik Pemerintah Kabupaten Belitung. Gapabel melaporkan pengrusakan mangrove itu, setelah mendapatkan informasi serta sempat meninjau ke lapangan terlebih dahulu.

Tiba di lokasi, tim gabungan ini langsung mengambil sejumlah data di lapangan dan mengambil dokumentasi sebagai barang bukti adanya aktivitas pembatatan mangrove ini.

Dilokasi tersebut pula, tim gabungan tersebut mendapati satu unit excavator berwarna orange sedang terparkir, berada di dekat pinggir laut. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved