Kadinkes Belitung Sebut Setiap Rumah Harus Miliki Saluran Pembuangan Air Limbah Yang Sesuai

Setiap rumah di Kabupaten Belitung, seharusnya memiliki saluran pembuangan air limbah rumah tangga yang sesuai. Ini, agar masyarakat

Kadinkes Belitung Sebut Setiap Rumah Harus Miliki Saluran Pembuangan Air Limbah Yang Sesuai
dok pos belitung
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Suhandri 

Kadinkes Belitung Sebut Setiap Rumah Harus Miliki Saluran Pembuangan Air Limbah Yang Sesuai

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Setiap rumah di Kabupaten Belitung, seharusnya memiliki saluran pembuangan air limbah rumah tangga yang sesuai. Ini, agar masyarakat tersebut masuk dalam kriteria sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

Sebab, STBM sangat penting diterapkan oleh masyarakat supaya berprilaku hidup sehat dan bersih. Apabila hidup sehat, maka penyakit yang disebabkan oleh virus maupun kotoran akan sangat jauh.

"Untuk awal ini, kami berharap setiap rumah punya selokan, karena ada orang itu mandi tapi air mandi dan cucian masuk ke pasir, terkadang bercampur dengan sampah. Nah itu tidak boleh dan harus di hindari," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Belitung dr Suhandri kepada posbelitung.co, selasa (10/9/2019).

Tidak dipungkiri, perilaku masyarakat yang membuang air limbah rumah tangga ke sampah dan pasir tersebut, sekarang ini masih banyak ditemukan.

Idealnya, untuk pembuangan air limbah rumah tangga tersebut terlebih dahulu dari saluran kamar mandi, harus menuju ke sepiteng. Usai melalui penyaringan tersebut, baru di salurkan kembali ke selokan.

"Ideal nya seperti itu, tapi kami belum menuju kesitu, baru setiap rumah memiliki pembuangan air limbah saja dulu, agar pembuangan air limbah menjadi terarah. Nanti sambil di mengerti oleh masyarakat, baru menerapkan yang idealnya," ucap dia.

Kata Suhandri, untuk Dinas Kesehatan ini hanya memiliki peran sebanyak 30 persen saja dalam menciptakan kesehatan. Sedangkan 70 persen lain nya merupakan lembaga lain.

"Termasuk sumber air minum juga harus di jaga agar tetap bersih, karena kalau sudah mengandung macam - macam nanti ber dampak pada kerusakan gigi salah satu nya dan membuat gigi keropos pada anak," ujarnya.

Menurut Suhandri, melakukan pencegahan dan menerapkan STBM merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kehidupan masyarakat. Agar masyarakat tersebut jauh dari penyakit, yang bisa menguras kebutuhan ekonomi masyarakat.

"Misalkan, kita buat saluran air limbah yang bagus hanya Rp 2 juta, tapi apabila sakit akibat dari tidak ada saluran air limbah yang memadai, kita habis untuk berobat Rp 6 juta, lebih baik kita buat saluran yang bagus. Jadi perbandingannya sangat jauh sekali, yaitu satu banding lima," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved