Satu Toilet Satu Sekolah Dirasa Tak Cukup, Dinkes Belitung Sarankan Hal Ini

Kebutuhan penggunaan toilet di setiap sekolah dan tempat umum di Kabupaten Belitung harus disesuaikan.

Satu Toilet Satu Sekolah Dirasa Tak Cukup, Dinkes Belitung Sarankan Hal Ini

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kebutuhan penggunaan toilet di setiap sekolah dan tempat umum di Kabupaten Belitung harus disesuaikan.

Terutama untuk menciptakan kebiasaan masyarakat yang bersih dalam kehidupan sehari-hari serta menerapkan program stop buang air besar sembarangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung dr Suhandri mengatakan, misalkan seperti di sekolah - sekolah, apabila Dinas Pendidikan hanya menganggarkan satu toilet saja dalam satu sekolah, tentu jauh dari kata cukup.

"Sudah bisa dipastikan satu toilet tersebut digunakan ramai-ramai, menjadi jorok toilet nya. Paling tidak toilet itu harus digunakan ada khusus untuk perempuan dan laki-laki," kata Suhandri kepada posbelitung.co, selasa (10/9/2019).

Namun, kata dia, itu belum cukup untuk di katakan bersih, lantaran untuk satu toilet memiliki hitungan tertentu dalam penggunaannya.

"Itu ada standar nya. Satu toilet misalkan untuk 50 siswa, jadi kalau ada 200 siswa harus empat toilet harus ada di sekolah itu. Begitu juga untuk toilet umum, sama perhitungan nya," jelasnya

Tak hanya soal toilet sekolah, Suhandri mengatakan pemerintah Kabupaten Belitung sekarang ini sedang berupaya untuk menerapkan lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

Lima pilar tersebut stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung dr Suhandri mengatakan, untuk pilar pengelolaan air minum, sekarang ini sudah mulai dilakukan di setiap Desa/Kelurahan, lantaran di lingkup tersebut sudah memiliki program Spam Simas, sehingga untuk pengelolaan air minum yang bersih merujuk ke program tersebut.

"Terus untuk pengaman sampah rumah tangga, sekarang ini memang belum diterapkan sepenuhnya, namun dinas lingkungan hidup sudah mulai mengadakan operasi lebah," ujarnya.

"Itu termasuk pengamanan limbah cair rumah tangga. Sekarang sudah mulai semua nya untuk diterapkan, agar STBM."

Lanjut dia, semua program yang ada di Pemerintah Kabupaten Belitung terutama memberikan advokasi Desa/Kelurahan Open Defecatin Free (ODF) tersebut, tentu sebagai bentuk membantu dalam upaya mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis secara mandiri.

"Terutama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tinggi nya ," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved