Ma’Nene Toraja, Ritual Membersihkan dan Menggangi Pakaian Mayat Berusia Ratusan Tahun

Daya tarik Indonesia tidak hanya dari keindahan alamnya saja, keragaman budaya Nusantara juga menjadi daya tarik wisatawan datang ke Indonesia.

Penulis: tidakada008 | Editor: Fitriadi
Thaib Chaidar/National Geographic Traveler
Ritual Ma'nene di Toraja. 

POSBELITUNG.CO - Daya tarik Indonesia tidak hanya dari keindahan alamnya saja, keragaman budaya Nusantara juga menjadi daya tarik wisatawan datang ke Indonesia.

Ketika menyambangi Sulawesi Selatan, wilayah Tana Toraja menjadi destinasi wajib yang harus dikunjungi.

Tana Toraja dikenal memiliki berbagai macam warisan budaya yang sangat kaya dan memiliki keunikan sendiri.

Di Kabupaten Toraja Utara ini terdapat tradisi unik yang perlu diketahui. Tradisi tersebut bernama Ma’Nene, begitulah nama ritual itu dikenal.

Baca Juga: Ki Prana Lewu Sebut Ada Campur Tangan Setan di Balik Kisah Viral KKN di Desa Penari

Memang tidak seterkenal Upacara Rambu Solo yang diselenggarakan secara meriah dan menghabiskan dana yang cukup besar.

Ma’Nene merupakan kegiatan membersihkan jasad para leluhur yang sudah ratusan tahun meninggal dunia.

Walaupun sudah tidak banyak yang melakukan ritual ini, tapi di beberapa daerah seperti Desa Pangala dan Baruppu masih melaksanakannya rutin setiap tahun.

Prosesi adat ini diawali dengan berkunjungnya keluarga ke lokasi pemakaman leluhur yang dinamakan Patane untuk mengambil jasad anggota keluarga yang telah meninggal.

Jasad yang tersimpan disana bisa mencapai ratusan tahun, karena diberi pengawet.

Selanjutnya, setelah jasad tersebut dikeluarkan dari kuburan, jasad tersebut dibersihkan. Pakaian yang digunakan jasad tersebut digantikan dengan menggunakan kain atau pakaian baru.

Untuk jasad pria akan dipakaikan setelah jas lengkap mulai dari dari sampai kacamata, sedangkan untuk jasad wanita akan dikenakan gaun pengantin.

Setelah pakaian baru terpasang, jasad tersebut dibungkus dan dimasukan kembali ke Patane. Prosesi selanjutnya, acara di tutup dengan Sissemba.

Itu adalah momen untuk bersilaturahmi antara keluarga di wilayah tersebut, yang dilakukan setelah makan bersama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved