Datangi Bocah Penderita Tumor dan Panti Asuhan, Dindikbud Serahkan Bantuan Rp 68,3 Juta

Wahidah tak kuasa menahan air mata haru, saat Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Paryanta bersama staf

Datangi Bocah Penderita Tumor dan Panti Asuhan, Dindikbud Serahkan Bantuan Rp 68,3 Juta - penyerahan-dana-partisipasi-siswa-oleh-plt-kepala-dinas-pendidikan-ll.jpg
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Penyerahan dana partisipasi siswa oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Paryanta kepada Nova di kediamannya, Kelurahan Kampung Damai, Tanjungpandan, Kamis(12/9/2019).
Datangi Bocah Penderita Tumor dan Panti Asuhan, Dindikbud Serahkan Bantuan Rp 68,3 Juta - penyerahan-bantuan-kepada-pengelola-panti-asuhan-putri-aisyiyahhjfj.jpg
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Penyerahan bantuan kepada pengelola Panti Asuhan Putri Aisyiyah di Desa Air Raya, Tanjungpandan.

Datangi Bocah Penderita Tumor dan Panti Asuhan, Dindikbud Serahkan Bantuan Rp 68,3 Juta

POSBELITUNG.CO - Wahidah tak kuasa menahan air mata haru, saat Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Paryanta bersama staf menyambangi kediamannya di Kelurahan Kampung Damai, Tanjungpandan.

Apalagi doa dan semangat yang dilontarkan bagi putri Wahdiah, Nova yang menderita tumor di kaki kiri membuat ia haru sekaligus berterima kasih. Saat itu, Kamis (12/9/2019), pegawai Dindikbud menyerahkan bantuan dana bagi pengobatan gadis cilik yang baru duduk di kelas 3 SD itu.

Berangkat dari kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung di Jalan Sekolah, Paryanta bersama beberapa stafnya berencana datang memberikan dana bantuan. Uang senilai Rp 68,3 juta yang terkumpul dari uluran tangan para siswa dan guru-guru sekolah bagi yang membutuhkan.

Tempat pertama yang didatangi yakni kediaman Nova, bocah yang mengalami tumor di kaki kirinya. Saat datang di rumahnya, staf Dindikbud disambut Nova dan ibundanya Wahidah. Akibat penyakit yang dideritanya, Nova hanya duduk di dalam kamar. Meski begitu, wajahnya tetap semringah dan terlihat semangat, nyaris tak ada tampang bersedih yang tergambar di wajah dia.

Ibunya, Wahdiah, menceritakan penyakit yang diderita anaknya hingga Nova yang sempat menjalani pengobatan di Jakarta. Hingga kini trauma setiap kali mendengar kata dokter.

"Jadi sekarang berobat di sinilah, berharap keajaiban semoga dapat kembali sehat. Demi masa depannya juga," kata dia.

Paryanta lalu menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta. Ia berharap uang tersebut dapat membantu keluarga untuk kesembuhan Nova. Wahidah yang menerimanya tak henti mengucapkan terima kasih.

Selepas mengunjungi Nova di rumahnya, perjalanan pegawai Dindikbud dilanjutkan ke Panti Asuhan Putri Aisyiyah di Desa Air Raya, Tanjungpandan. Di panti yang sempat mengalami bencana kebakaran beberapa waktu lalu ini, staf Dindikbud disambut pengurus panti Aat Siti Asmunah dan Nazmawati. Paryanta juga sempat melihat ruang yang sebelumnya dilalap si jago merah yang kini sudah diperbaiki dan ditempati kembali anak-anak panti.

Di panti yang ditinggali 35 anak tersebut, Paryanta menyerahkan Rp 38,3 juta. Pemberian tersebut juga disambut baik pengasuh panti yang berharap bantuan itu dapat menjadi manfaat bagi kedua belah pihak.

Disampaikan Paryanta seusai mendatangi kedua lokasi tersebut, bantuan yang diberikan memang berbentuk uang tunai, sehingga bisa lebih leluasa pemanfaatannya. Uang itu dikumpulkan dari partisipasi anak-anak sekolah dalam kurun waktu tak lebih dari dua pekan. Ia pun menyerahkan uang itu untuk digunakan bagi keperluan penerima. Misal saja sebagai biaya berobat bagi Nova.

"Semoga bisa bermanfaat," tambahnya.

Sebelumnya, Dindikbud juga sempat melakukan aksi serupa saat menggalang partisipasi bagi korban gempa di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved