Berita Belitung
Lestarikan Tradisi Bedulang Ala Belitung, Komunitas Kurajut Bikin Bareng Tudong Lambak
Saat menggunakan peralatan makan bedulang, tudong lambak menjadi satu yang tak bisa ditinggalkan.
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
POSBELITUNG.CO-- Saat menggunakan peralatan makan bedulang, tudong lambak menjadi satu yang tak bisa ditinggalkan.
Tudong lambak diletakkan di atas mentudong atau sejenis tutup saji dalam tradisi makan bedulang.
Mulai jarangnya tradisi makan ala Belitung ini membuat semakin sedikit pula yang bisa membuat tudong lambak, makanya sebagai bagian melestarikan tradisi, Komunitas Kurajut mengadakan workshop di Tanjung Pendam, Kamis (12/9/2019).
Event Pekan Ekonomi Kreatif II diisi beragam rangkaian acara seperti lomba, hiburan, hingga workshop membuat tudong lambak.
Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung lalu menggandeng Komunitas Kurajut yang terdiri dari ibu-ibu yang pandai merajut serta para pelajar mengikuti workshop yang menarik ini.
Berbekal benang jala putih nomor sembilan dan jarum rajut, ibu-ibu yang mengenakan setelan seragam putih-merah muda tampak cekatan membuat tudong lambak mengikuti cetakan pola pada secarik kertas.
Tudong lambak berbentuk melingkar dengan motif di tengahnya tampak menarik.
Namun dibaliknya, butuh ketelatenan dan fokus agar hasilnya rapi serta sesuai yang diharapkan.
Tak lupa, sesekali ibu-ibu yang sudah mahir merajut dan merenda ini membagikan pengetahuannya pada ibu-ibu lain yang baru belajar, maupun remaja sekolah yang ikut workshop.
Sebenarnya apa sih tudong lambak itu?
Menurut Ketua Kurajut Heni Fediaztuti, tudong lambak merupakan alas yang diletakkan di atas mentudong pada tradisi makan bedulang.
Ketika diletakkan, dulang biasanya ditumpuk satu di atas lainnya.
Lalu agar ketika ditumpuk tidak licin, makanya ditambahkan tudong lambak ini.
Selain fungsinya sebagai penahan agar tak licin, tudong lambak juga sebagai hiasan dulang karena biasanya dibuat dari benang berwarna-warni yang telah direnda dan motif yang menarik.
Dari bentuk, tudong lambak biasanya berbentuk bulat atau bisa pula segiempat.
Dulunya, merenda tudong lambak menjadi keseharian ibu rumah tangga kala mengisi waktu.
Namun kini, seiring berkembangnya zaman dan jarang tradisi makan bedulang terutama saat hajatan, perlahan ibu-ibu yang bisa membuat tudong lambak juga semakin berkurang.
"Kalau bisa dilestarikan jangan sampai tidak ada yang pandai," ujar Heni.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/merajut1.jpg)